Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto dan Fajar Alfian mengembalikan kok ke arah ganda putra Malaysia Man Wei Chong dan Kai Wun Tee pada final Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (26/1/2025). (Dery Ri
JawaPos.com - Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho buka suara perihal kemungkinan perombakan pasangan pada tahun ini, termasuk Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Namun pelatih jebolan PB Djarum Kudus itu tak mau terlalu gegabah.
Fajar/Rian sudah sangat lama berpasangan di sektor ganda putra. Duet binaan PB SGS PLN Bandung dan PB Jaya Raya Jakarta itu telah berduet sejak masih usia sangat muda. Tepatnya pada 2014, di mana itu tahun pertama keduanya bergabung dengan Pelatnas PBSI.
Saat itu Fajar/Rian disatukan oleh pelatih Chafidz Yusuf. Mereka mencatatkan debut dalam kejuaraan Indonesia International Challenge 2014 (12-16 Agustus), dan langsung mrnjadi juara setelah mengalahkan sesama pasangan Indonesia, Fran Kurniawan/Agripinna PR Putra, dengan skor 9-11, 11-9,11-9,11-8.
Sejak saat itu, Fajar/Rian terus berduet hingga kini. Sejumlah prestasi ditorehkan mulai dari medali perak Asian Games 2018, dua medali perunggu Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis (2019, 2022), hingga 12 gelar dalam 20 final BWF World Tour Finals, termasuk dua All England (2023, 2024).
Selain prestasi gelar, Fajar/Alfian juga pernah menjadi pasangan ganda putra nomor satu dunia. Yakni pada 27 Desember 2022 dan bertahan selama kurang lebih 10 bulan sebelum akhirnya turun pada 10 Oktober 2023.
Namun, prestasi dan performa Fajar/Rian belakangan mengalami penurunan. Terutama ketika menjelang, saat, dan setelah Olimpiade Paris 2024. FajRi -akronim Fajar/Rian- yang menjadi andalan, kesulitan untuk juara lagi dan gagal mempersembahkan medali emas.
Kondisi itu membuat banyak yang menganggap Fajar/Rian mesti dipisah. Badminton Lovers (BL) mendesak agar keduanya dirombak dengan pemain lain untuk penyegaran.
Lantas bagaimana respons Antonius Budi Ariantho selaku pelatih ganda putra Pelatnas PBSI anyar? Dia mengaku tak menutup peluang untuk hal itu. Tapi Antonius juga mengatakan tak bisa sembarangan.
"FajRi ya enggak tau (rombak atau tidak). Tapi kita bisa juga mempertahankan, karena kan dia kan ranking empat nih, kita juga hati-hati gitu loh," kata Antonius Budi di Jakarta, beberapa hari lalu.
Meski seret prestasi dan gelar, saat ini Fajar/Rian masih berada dalam persaingan elite dunia. Mereka menempati urutan empat dunia dan hanya di bawah Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark), Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia), dan Liang Wei Keng/Wang Chang (Tiongkok).
"Rombak mereka dengan ranking empat (dunia), jangan sampai bumerang buat kita," terangnya.
Lebih jauh Antonius mengatakan bahwa ganda putra sebenarnya baru dilakukan penyegaran. Yakni duet Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Daniel Marthin/Shohibul Fikri. Sebelumnya Leo bersama Daniel dan Fikri dengan Bagas.
Situasi itu membuat Antonius lebih berhati-hati dalam melakukan perombakan pasangan lain di ganda putra. "Kita juga kan lihat yang di bawahnya yang dua pasang ini kan sebetulnya udah dirombak sama pelatih sebelumnya (Aryono Miranat) ya kan," katanya.
"Nah ini kan udah dirombak kayak gini, nah saya kan dapetnya seperti ini kan, nah kalau saya mau ngerombak mana lagi nih, masa mau balikin lagi, ya kan, kita harus hati-hati di situ," tambahnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
