
Thalita Ramadhani Wiryawan, atlet bulutangkis kelahiran Surabaya. ( Instagram/@pbjayaraya)
JawaPos.com - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memanggil beberapa atlet untuk bergabung di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) pada akhir Desember 2024 lalu. Salah satunya adalah Thalita Ramadhani Wiryawan yang merupakan pebulutangkis asal Surabaya.
Perempuan berusia 18 tahun itu merasa senang bisa dipanggil menjadi atlet pratama Pelatnas. "Saya sangat senang. Saya tidak menyangka bisa masuk Pelatnas," ucapnya mengutip dari laman resmi PBSI, Rabu (15/1).
Thalita Ramadhani juga memiliki tekad untuk memanfaatkan dengan baik kesempatan sebagai atlet pratama Pelatnas. "Saya tidak menyangka dipanggil ke Pelatnas setelah kekalahan di Kejurnas. Namun, saya bersyukur atas kepercayaan ini dan bertekad untuk memanfaatkannya sebaik mungkin," kata pebulutangkis kelahiran Surabaya itu mengutip dari akun Instagram @pbjayaraya.
Sebagai pebulutangkis yang bermain di sektor tunggal putri, Thalita sudah mengetahui beratnya menjaga konsistensi dan selalu melakukan evaluasi ketika merasakan kekalahan. "Saya selalu berusaha di setiap pertandingan Sirnas (Sirkuit Nasional) untuk menjadi yang terbaik. Tetapi, ketika di pertandingan penting seperti PON dan Kejurnas (Kejuaraan Nasional), saya tidak bisa melakukan yang terbaik. Di setiap pertandingan gagal, saya mencoba evaluasi dan berlatih lebih keras lagi," ujarnya.
Bulutangkis sudah menjadi bagian dari jalan hidupnya sejak umur lima tahun. Sebagai bentuk kecintaannya pada bulutangkis ia bergabung bersama PB Winner Badminton Club, Surabaya pada tahun 2014. Lalu di tahun 2017, ia pindah ke Jakarta dan bermain selama tujuh tahun di PB Jaya Raya.
Sepanjang tahun 2024, atlet kelahiran bulan September ini sudah meraih sepuluh gelar. Salah satunya menjadi Juara 1 Piala Gubernur Jawa Timur hingga meraih gelar juara di Bangladesh Junior International Series.
Thalita memiliki banyak harapan setelah menjadi atlet pratama Pelatnas PBSI di Cipayung. "Harapan saya, selalu bisa melakukan yang terbaik di setiap pertandingan. Saya juga berharap menang dalam setiap turnamen yang saya ikut," ucap pebulutangkis yang mengidolakan Susi Susanti itu.
Beberapa komentar netizen juga menyambutnya dengan positif dan berharap pebulutangkis muda seperti Thalita bisa diturunkan di turnamen level 100 atau 300 untuk mencari pengalaman. "Biasanya kalau umur 18 tahun sudah berlaga di level dunia, peluang untuk jadi pemain papan atas terbuka lebar. Contohnya An Se-young dari Korea Selatan atau Tomoko Miyazaki dari Jepang," tulis salah komentar netizen.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
