Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Januari 2025 | 02.33 WIB

Rapor Merah Bulu Tangkis Indonesia di Turnamen Pembuka 2025: Tanpa Wakil di Semifinal, Kembali Catatkan Sejarah Kelam di Malaysia Open

Duet ganda putri Lanny/Fadia harus tersisih di babak perempat final Malaysia Open 2025. (Dok; PBSI) - Image

Duet ganda putri Lanny/Fadia harus tersisih di babak perempat final Malaysia Open 2025. (Dok; PBSI)

JawaPos.com - Tim bulu tangkis Indonesia mendapatkan rapor merah dalam turnamen pembuka tahun BWF World Tour 2025. Mereka seolah mengulangi sejarah kelam di Malaysia Open karena tak ada satupun wakil Merah Putih yang mampu melaju ke semifinal.

Malaysia Open 2025 baru memasuki babak perempat final dan akan tuntas pada Minggu (12/1). Tapi bagi tim Indonesia, perjuangan mereka sudah berakhir dan segera meninggalkan Kuala Lumpur untuk kembali ke Jakarta dan pergi ke India.

Pasalnya, para wakil Indonesia sudah kompak tersisih sebelum babak semifinal. Kepastian ini didapat setelah Putri Kusuma Wardani dan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti sebagai dua pemain/pasangan terakhir Merah Putih, gugur di perempat final.

Putri KW kandas di tangan andalan Thailand, Ratchanok Intanon lewat duel rubber 13-21, 21-15, 16-21 dan Lanny/Fadia menyerah dari Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (Tiongkok) dengan skor 12-21, 11-21. Kedua kekalahan itu terjadi di Stadium Axiata Arena, Jumat (10/1).

Bagi Indonesia, catatan ini jelas buruk dan mengecewakan. Pasalnya, Malaysia Open 2025 merupakan turnamen pembuka tahun dengan level Super 1000, level tertinggi dalam BWF World Tour 2025.

Mengenaskannya lagi, dari sembilan wakil Indonesia yang lagi berlaga di Malaysia Open 2025, lebih dari separuhnya sudah tersisih di babak pertama dan babak kedua.

Pada babak pertama misalnya, ada tiga pemain/pasangan yang langsung tersisih. Mereka adalah Jonatan Christie, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, dan Gregoria Mariska Tunjung. Nama terakhir harus gugur karena kalah dalam perang saudara.

Kemudian pada babak kedua, para pemain Indonesia juga tak lebih baik. Giliran Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran), Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang gugur di 16 besar.

Sementara capaian terbaik hanya dimiliki oleh Putri KW dan Lanny/Fadia, yang pada akhirnya juga kalah di babak perempat final sehingga tak ada lagi wakil Indonesia di babak semifinal.

Hasil ini berarti tim bulu tangkis Indonesia mengulangi catatan kelam yang mereka torehkan di Malaysia Open 2024. Ya, pada tahun lalu, para wakil Merah Putih juga mentok di perempat final alias tak ada yang bermain di semifinal apalagi final.

Bahkan pencapaian Indonesia di Malaysia Open 2024 serupa dengan tahun ini. Hanya ada dua wakil yang mencapai ke perempat final dari 11 wakil yang berpartisipasi.

Artinya, ini jadi kali kedua Indonesia gagal menempatkan wakilnya di semifinal Malaysia Open sejak berformat superseries premier, Super 750 dan kini naik jadi Super 1000, setara dengan Indonesia Open, China Open, dan All England.

Torehan Indonesia di Malaysia Open dalam dua tahun terakhir sangat jomplang ketika dibandingkan dengan ediai 2023. Saat itu ada tiga wakil Merah Putih yang bermain di semifinal.

Mereka adalah Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva (ganda putri), Dejan/Gloria (ganda campuran) dan Fajar/Alfian (ganda putra). Hasilnya, Indonesia berhasil membawa pulang gelar lewat Fajar/Rian.

Duet ganda putra andalan Indonesia tersebut kala itu mengandaskan Liang Wei Keng/Wang Chang di partai puncak untuk keluar sebagai juara Malaysia Open 2023.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore