Ilia Topuria punya target besar dapatkan sabuk Islam Makhachev. (Instagram @iliatopuria)
Ilia Topuria, juara baru di kelas featherweight, akan mempertahankan gelarnya melawan legenda hidup UFC, Max Holloway, yang juga menyandang status BMF.
Meskipun hanya dua tahun lebih muda dari Holloway, Topuria baru saja memasuki tujuh pertarungan di UFC, sementara Holloway sudah merasakan kerasnya persaingan di Octagon sejak 2012.
Holloway memiliki pengalaman bertarung dengan banyak petarung kelas dunia, termasuk nama-nama besar seperti Dustin Poirier, Conor McGregor, Charles Oliveira, dan Alexander Volkanovski.
Dari sekian banyak lawan tersebut, Holloway hanya kalah dari beberapa petarung saja, yang menunjukkan betapa tangguhnya dia sebagai legenda di UFC.
Namun, duel kali ini bukanlah pertarungan mudah bagi Holloway. Topuria, yang tak terkalahkan di ajang profesional, telah membuktikan dirinya sebagai petarung yang berbahaya dengan rekor sempurna 15-0, serta sukses mencatatkan tujuh kemenangan di UFC.
Di atas kertas, Topuria memang sedikit diunggulkan karena dia memiliki kemampuan gulat dan submission yang jauh lebih tajam dibandingkan Holloway. Tetapi, Holloway sendiri memiliki kemampuan bertahan yang sangat solid dan terbukti hanya pernah kalah submission sekali dalam 33 laga profesionalnya.
Dalam hal striking, Holloway memiliki sedikit keunggulan dengan catatan statistik yang mengesankan, mencatatkan 7,17 significant strikes per menit, lebih tinggi dibandingkan 4,40 milik Topuria.
Meski begitu, kedua petarung ini sama-sama memiliki teknik striking yang kuat, sehingga sulit untuk memprediksi siapa yang akan dominan dalam pertukaran pukulan di laga ini.
Kelebihan Holloway sebagai striker juga semakin lengkap dengan akurasi yang sedikit lebih baik, yaitu 48 persen dibandingkan 46 persen milik Topuria. Dengan pengalamannya menghadapi lawan-lawan terkuat, Holloway jelas akan memiliki kepercayaan diri lebih di area striking.
Namun, keunggulan Topuria dalam grappling dan gulat bisa menjadi pembeda. Dia telah membuktikan dirinya sebagai grappler andal dengan mencatatkan kemenangan submission lebih dari setengah dari total 15 kemenangannya, termasuk kemenangan lewat arm-triangle choke atas Bryce Mitchell yang juga merupakan grappler berbakat.
Topuria juga tercatat lebih rajin melakukan submission attempt di UFC dengan rata-rata 1,3 submission per 15 menit.
Statistik ini menunjukkan Topuria sangat memahami setiap peluang untuk melakukan submission, sebuah ancaman nyata bagi Holloway jika pertarungan berpindah ke matras.
Dalam hal gulat, Topuria kembali menunjukkan angka yang lebih mengesankan dengan mencatatkan takedown rate sebesar 56 persen.
Dalam beberapa pertandingan, dia terbukti mampu memanfaatkan skill gulatnya, seperti ketika mencatatkan lima takedown atas Youssef Zalal dan tiga takedown atas Josh Emmett.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
