Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 September 2024 | 23.05 WIB

Mengintip Syarat Penting Petarung Indonesia Agar Bisa Bermain di Road to UFC Seperti Jeka Saragih

Jeka Saragih jadi salah satu petarung MMA asal Indonesia yang jadi inspirasi untuk bertarung di UFC. (Instagram @ufcindonesia) - Image

Jeka Saragih jadi salah satu petarung MMA asal Indonesia yang jadi inspirasi untuk bertarung di UFC. (Instagram @ufcindonesia)

JawaPos.com — Perjuangan petarung mixed martial art (MMA) asal Indonesia Jeka Saragih dalam ajang bergengsi Road to UFC menjadi inspirasi besar bagi atlet-atlet MMA di Tanah Air. Jeka Saragih bukan hanya berhasil melangkah ke babak final Road to UFC, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa petarung Indonesia mampu bersaing di panggung internasional.

Namun, apa sebenarnya syarat dan kriteria penting yang harus dimiliki seorang petarung MMA Indonesia untuk bisa mengikuti jejak Jeka dan bertarung di Road to UFC?

Menurut Max Metino, Ketua Dewan Juri One Pride Indonesia sekaligus mantan atlet MMA, ada sejumlah kriteria khusus yang harus dipenuhi oleh seorang petarung MMA agar bisa bermain di Road to UFC. Meski demikian, Max menegaskan bahwa pemilihan petarung tidak sepenuhnya berada di tangan One Pride atau dirinya sebagai juri. Pemilihan peserta Road to UFC dilakukan langsung oleh pihak UFC melalui mekanisme talent scouting.

“Sebetulnya yang memilih bukan kami. Langsung dari UFC. Dia akan talent scouting dari fighter bagus akan dipilih. Mereka akan berkoordinasi dengan kami untuk bisa [ikut] Road to UFC,” jelas Max Metino di Bandara Soekarno Hatta saat menyambut kepulangan Jeka Saragih pada 25 Oktober 2022.

Hal ini berarti bahwa setiap petarung yang berlaga di One Pride harus senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas diri, baik dari segi teknik maupun fisik. Menurut Max, kerja keras seorang petarung akan selalu terpantau oleh tim pencari bakat UFC. Jika seorang petarung berhasil menunjukkan kualitasnya di ring One Pride, maka peluang untuk dipilih oleh UFC terbuka lebar.

“Nah, nantinya tergantung fighter. Saat dia diminta untuk bermain apakah menerima kan belum tentu. Ada yang siap dan belum,” lanjut Max, menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik seorang petarung sebelum melangkah ke panggung internasional.

Jeka Saragih sendiri merupakan salah satu contoh sukses dari Indonesia yang berhasil menembus ajang Road to UFC. Sebagai satu-satunya wakil One Pride yang berhasil mencapai babak semifinal dan kemudian lolos ke final, perjalanan Jeka tidaklah mudah. Jeka berhasil menumbangkan petarung unggulan Ki Won Bin melalui kemenangan spektakuler dengan dua kali knockout (KO), menjadikannya sebagai salah satu petarung paling menjanjikan dari Indonesia di ajang tersebut.

“Kemarin ada lima fighter yang siap dan Jeka lah yang lolos ke final dengan spektakuler dua kali knockout (KO) dan kali ini dia pulang disambut oleh masyarakat yang luar biasa antusias,” ungkap Max dengan bangga.

Max juga mengungkapkan bahwa ajang Road to UFC akan diadakan setiap tahun, memberikan kesempatan kepada petarung-petarung lain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan mungkin mengikuti jejak Jeka Saragih. Hal ini tentunya menjadi motivasi besar bagi para petarung yang belum mendapatkan kesempatan tahun ini untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Untuk itu, Max berpesan kepada seluruh petarung MMA di Indonesia agar terus menunjukkan prestasi mereka di ajang One Pride. Menurutnya, prestasi di kompetisi lokal adalah langkah awal yang sangat penting untuk menarik perhatian UFC. Bagi UFC, memilih petarung berkualitas adalah hal utama, dan ajang One Pride menjadi salah satu wadah untuk mencari talenta-talenta terbaik dari Indonesia.

“Tunjukkan prestasi kalian di One Pride, UFC akan nengok ke kita dan memilih pemain berkualitas untuk bermain di Road to UFC, karena program ini akan rutin setiap tahun,” tambah Max.

Selain Jeka Saragih, ada empat petarung Indonesia lainnya yang turut berlaga di Road to UFC kali ini, yaitu Rama Supandhi, Gugun Gusman, Angga Hans, dan Jeremia Siregar. Meski hanya Jeka yang berhasil menembus babak final, kehadiran lima petarung Indonesia di ajang ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di kancah MMA internasional.

Bagi petarung MMA di Tanah Air, Road to UFC adalah pintu menuju karier internasional yang gemilang. Namun, untuk mencapai level tersebut, diperlukan usaha keras, disiplin, dan tekad yang kuat. Pemilihan petarung oleh UFC bukan hanya didasarkan pada kemampuan bertarung, tetapi juga pada konsistensi, mentalitas, dan kesiapan untuk menghadapi tantangan di tingkat global.

Perjalanan Jeka Saragih menuju babak final Road to UFC tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga menjadi motivasi bagi para petarung muda lainnya. Keberhasilan Jeka membuktikan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan semangat pantang menyerah, atlet MMA Indonesia dapat bersaing di level tertinggi dan meraih prestasi internasional.

Dalam ajang yang akan terus diadakan setiap tahun, para petarung MMA Indonesia kini memiliki kesempatan untuk menunjukkan kualitas mereka di hadapan dunia. Bagi mereka yang bercita-cita mengikuti jejak Jeka Saragih, tantangan ke depan adalah bagaimana mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik dari segi fisik, teknik, maupun mental. Road to UFC bukanlah sekadar kompetisi biasa, melainkan ajang seleksi bagi petarung terbaik yang siap bersinar di kancah MMA dunia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore