
Bola basket kursi roda sudah ada sejak Perang Dunia II yang sekarang dipertandingkan di Paralimpiade Paris 2024. (iwbf.org)
JawaPos.com — Bola basket kursi roda mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun olahraga ini memiliki sejarah panjang dan sarat makna, terutama dalam dunia olahraga disabilitas.
Di ajang Paralimpiade Paris 2024, cabang olahraga ini kembali dipertandingkan dan menjadi salah satu daya tarik utama, dengan persaingan ketat yang dipenuhi semangat juang para atlet dari berbagai negara. Kompetisi ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga tentang ketangguhan manusia dalam mengatasi keterbatasan fisik.
Bola basket kursi roda pertama kali muncul di tengah-tengah suasana dunia yang baru saja pulih dari Perang Dunia II. Pada 1945, olahraga ini dikembangkan sebagai salah satu bentuk rehabilitasi bagi para prajurit yang terluka dalam perang, terutama di Amerika Serikat.
Para prajurit yang mengalami cedera tulang belakang atau kehilangan kemampuan berjalan mencari cara untuk tetap aktif secara fisik dan menemukan bola basket bisa dimainkan menggunakan kursi roda.
Pada saat yang sama di Inggris, Sir Ludwig Guttmann, seorang pelopor dalam rehabilitasi cedera tulang belakang, juga mengembangkan olahraga serupa di Rumah Sakit Rehabilitasi Tulang Belakang di Stoke Mandeville.
Dia menciptakan bola jaring kursi roda, yang merupakan cikal bakal dari bola basket kursi roda. Guttmann adalah sosok penting di balik terciptanya Stoke Mandeville Games, yang kemudian menjadi inspirasi bagi lahirnya Paralimpiade.
Ketika tim dari Amerika Serikat mulai berpartisipasi dalam pertandingan internasional Stoke Mandeville, minat terhadap bola basket kursi roda mulai tumbuh dan menyebar ke berbagai negara di Eropa. Keberhasilan ini menjadi dasar bagi pengembangan lebih lanjut dari olahraga tersebut, yang tak lama kemudian menjadi fenomena di seluruh dunia.
Pada 1949, turnamen nasional bola basket kursi roda pertama diadakan di Illinois, Amerika Serikat, dengan melibatkan enam tim. Pada tahun yang sama, Asosiasi Basket Kursi Roda Nasional (NWBA) dibentuk, mengukuhkan olahraga ini sebagai cabang yang diakui secara resmi.
Sejak saat itu, bola basket kursi roda semakin berkembang dan mulai dipertandingkan di berbagai kompetisi internasional. Pada 1960, cabang olahraga ini dipertandingkan untuk pertama kalinya di Paralimpiade Roma, Italia.
Sejak itu, bola basket kursi roda telah berkembang menjadi salah satu olahraga yang paling populer dalam ajang paralimpiade, dengan partisipasi dari hampir 100 negara.
Bola basket kursi roda telah menjadi salah satu cabor andalan di ajang Paralimpiade sejak debutnya pada 1960 di Roma. Cabang olahraga ini terus dipertandingkan di setiap gelaran Paralimpiade, menjadi simbol ketangguhan dan semangat juang para atlet disabilitas.
Pada Paralimpiade Rio 2016, bola basket kursi roda menampilkan kompetisi yang sangat ketat, dengan 12 tim putra dan 10 tim putri berlaga untuk memperebutkan dua medali emas.
Di Paralimpiade Tokyo 2020, persaingan semakin memanas dengan kehadiran negara-negara kuat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Tim-tim ini selalu menjadi yang terdepan dalam setiap kompetisi, tetapi tidak jarang tim-tim dari Asia dan Eropa mengejutkan dengan performa luar biasa mereka.
Di Paralimpiade Paris 2024, bola basket kursi roda kembali menjadi salah satu cabor unggulan yang paling dinantikan. Para atlet yang bertanding bukan hanya berkompetisi untuk medali, tetapi juga menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Dengan perkembangan teknologi kursi roda yang semakin canggih, para atlet dapat bergerak dengan lebih lincah dan cepat, membuat pertandingan bola basket kursi roda semakin menarik untuk disaksikan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
