
Imane Khelif ketika berhasil meraih medali emas Olimpiade 2024 setelah menang telak atas Yang Liu. (Instagram/@imane_khelif_10)
JawaPos.com — Dalam atmosfer Olimpiade 2024 yang penuh antusiasme dan ketegangan, nama Imane Khelif mencuat menjadi perbincangan hangat.
Petinju putri asal Aljazair ini berhasil meraih medali emas di kelas 66 kilogram putri, sebuah prestasi yang tak hanya mengangkat nama negaranya, tetapi juga dirinya pribadi. Namun, di balik gemilangnya medali emas yang menggantung di lehernya, Imane Khelif harus menghadapi gelombang kritik dan nyinyiran yang datang dari berbagai arah.
Imane Khelif mengalahkan Yang Liu, petinju tangguh dari Tiongkok, dengan kemenangan mutlak 5-0 di final yang digelar di Roland-Garros Stadium, Paris.
Prestasi ini tidak hanya menjadi pencapaian tertinggi dalam kariernya, tetapi juga menjadi jawaban atas semua tudingan yang diarahkan kepadanya, terutama terkait kontroversi gender yang mengiringi perjalanan atlet ini di Olimpiade 2024.
Sejak awal, kehadiran Khelif di arena Olimpiade sudah memancing kontroversi. Bukan karena kemampuan bertarungnya, melainkan karena status gendernya yang dipermasalahkan.
Asosiasi Tinju Internasional (IBA) sebelumnya telah mendiskualifikasi Khelif bersama petinju asal Taiwan, Lin Yu-ting, dari Kejuaraan Dunia 2023 setelah hasil tes gender menunjukkan bahwa keduanya dianggap tidak memenuhi syarat untuk bertanding di kategori putri.
Keputusan ini memicu perdebatan sengit di berbagai kalangan, termasuk di media sosial, di mana Khelif menjadi sasaran hujatan dari netizen.
Namun, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengambil langkah berbeda. IOC memutuskan untuk mencabut status IBA sebagai badan pengatur tinju dan mengambil alih kendali penyelenggaraan tinju di Olimpiade 2024.
Dalam keputusan yang kontroversial tersebut, IOC menolak hasil tes gender yang dilakukan oleh IBA, dengan alasan bahwa tidak ada dasar yang cukup kuat untuk melarang Khelif bertanding di kategori putri. Keputusan ini memberikan kesempatan bagi Khelif untuk tetap berjuang di ajang Olimpiade dan membuktikan dirinya di atas ring.
Imane Khelif, yang selama ini merasa dirinya menjadi korban dari kebijakan yang tidak adil, akhirnya mendapatkan momen pembuktian yang telah dinantikan.
Setelah kemenangan gemilangnya di Paris, Khelif secara tegas menyatakan bahwa medali emas yang diraihnya adalah jawaban terbaik untuk semua kritik yang ditujukan padanya.
"Medali emas ini adalah jawaban terbaik untuk kampanye sengit terhadap saya. Saya seorang perempuan seperti perempuan lainnya. Saya terlahir sebagai wanita dan saya telah hidup sebagai perempuan, tetapi ada musuh yang menghalangi kesuksesan dan mereka tidak dapat mencerna kesuksesan saya," ujar Khelif dengan penuh keyakinan.
Dalam wawancara yang dikutip dari Reuters, Khelif dengan tegas membantah semua tuduhan yang meragukan identitas gendernya. Dia menyatakan bahwa sejak awal kariernya sebagai petinju, tidak pernah ada masalah dengan status gendernya.
Bahkan, Khelif telah bertanding di bawah otoritas IBA sejak 2018, dan selama itu pula, tidak pernah ada masalah yang muncul. Namun, perubahan sikap beberapa anggota IBA yang secara tiba-tiba meragukan identitas gendernya, membuat Khelif merasa bahwa dirinya menjadi target kebencian yang tidak berdasar.
"Semua yang dikatakan tentang saya di media sosial tidak bermoral. Saya ingin mengubah pikiran orang-orang di seluruh dunia," tegas Khelif.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
