Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juli 2024 | 19.06 WIB

Deretan Fakta Unik Olimpiade 2024, Perayaan 100 Tahun yang Penuh Kejutan

Para delegasi dari berbagai negara di upacara pembukaan Olimpiade 2024. (Instagram/@olympics) - Image

Para delegasi dari berbagai negara di upacara pembukaan Olimpiade 2024. (Instagram/@olympics)

JawaPos.com — Ajang Olimpiade yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali selalu berhasil mencuri perhatian dunia dengan keunikannya. Tidak terkecuali Olimpiade 2024 di Paris, yang menghadirkan serangkaian fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui orang.

Dilansir dari laman myfrenchcountryhome.com dan olympics.com, berikut adalah deretan fakta-fakta unik Olimpiade Paris 2024 yang akan membuat Anda semakin antusias mengikuti pesta olahraga terbesar ini.

Olimpiade 2024 mencatat sejarah baru dengan menggelar upacara pembukaan di Sungai Seine. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade Musim Panas, acara pembukaan tidak dilakukan di stadion.

Dengan konsep yang berbeda dan inovatif, upacara ini menghadirkan parade perahu yang menelusuri Sungai Seine sejauh 3,5 mil atau 5,6 km melalui jantung Kota Paris. Sebanyak 10.500 atlet, pelatih, pemimpin, dan staf akan diberangkatkan dari Jembatan Austerlitz, dan berakhir di Jembatan Iena, yang berada tepat di depan Menara Eiffel. Kehadiran landmark ikonik ini akan menambah kesan spektakuler pada pembukaan Olimpiade.

Tahun 2024 menandai 100 tahun sejak Prancis menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas terakhir. Pada 1924, Desa Alpen Chamonix menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pertama. Olimpiade 2024 akan menjadi Olimpiade Musim Panas ketiga yang pernah diadakan di Paris, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kota terkemuka dalam sejarah Olimpiade. Perayaan ini menjadi momen bersejarah yang menunjukkan betapa pentingnya peran Prancis dalam dunia olahraga internasional.

Salah satu hal yang paling dinantikan di Olimpiade Paris 2024 adalah cabang olahraga baru, breakdancing. Komite Olimpiade telah meresmikan Breaking (Breakdancing) sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan setelah sukses menjadi tontonan di Youth Olympic Games di Buenos Aires pada 2018. Kompetisi ini akan diadakan di Place de la Concorde, tepat di luar Tuileries Gardens. Breakdancing akan menampilkan kompetisi untuk pria dan wanita, menunjukkan sisi kreatif dan dinamis dari Olimpiade.

Paris memutuskan untuk tidak membangun stadion dan arena baru seperti yang telah dilakukan banyak negara di masa lalu. Sebaliknya, Olimpiade Paris 2024 memilih untuk melaksanakan pertandingan di tempat-tempat ikonik kota tersebut. Pemandangan landmark Paris, seperti Menara Eiffel, akan menjadi latar belakang yang indah bagi para pemain dan penonton.

Sebagian besar acara Olimpiade dan Paralimpiade akan diadakan dalam jarak 10 km di pinggiran utara Saint Denis, memastikan para peserta dan penonton dapat menikmati keindahan Kota Paris.

Paris bukan satu-satunya kota yang digunakan untuk pertandingan. Kompetisi akan dilaksanakan di seluruh Prancis untuk memamerkan kekayaan dan keragaman warisan tanah dan budaya negara tersebut.

Salah satu contohnya adalah cabang olahraga sepak bola, yang akan diadakan di stadion-stadion yang berada di wilayah Bordeaux, Nantes, Lyon, Saint-Etienne, Nice, dan Marseille. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang di seluruh Prancis untuk merasakan semangat Olimpiade.

Salah satu cabang olahraga yang paling menarik perhatian adalah selancar. Diperkenalkan pertama kali pada Olimpiade 2020 di Tokyo, selancar kembali menjadi cabang olahraga pada Olimpiade Paris 2024. Namun, untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade, kota tuan rumah menggelar pertandingan di salah satu wilayah luar negerinya dengan zona waktu berbeda.

Pantai Teahupo'o di Tahiti, yang terkenal sebagai salah satu destinasi ombak terbaik di dunia, akan menjadi tempat penyelenggaraan kompetisi selancar tahun ini. Ini adalah langkah berani yang menunjukkan komitmen Prancis untuk mengadakan Olimpiade yang inovatif dan inklusif.

Poster Olimpiade dan Paralimpiade tahun ini akan menjadi satu karya berkesinambungan yang menampilkan simbol-simbol negara tuan rumah dan menggambarkan tema kompetisinya, "Games Wide Open."

Ugo Gattoni, seorang ilustrator Prancis, ditantang untuk membuat poster yang dapat memamerkan semangat acara yang kompleks namun berenergi. Gaya khasnya yang ditandai oleh fantasi dan surealisme, memberikan sentuhan artistik yang unik pada Olimpiade 2024. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade, di mana kedua desain poster tersebut digabungkan menjadi satu karya yang memukau.

Olimpiade 2024 juga menghadirkan maskot yang unik dan penuh makna. Topi Frigia, yang diantropomorfikan, dipilih sebagai maskot untuk mewakili semangat kebebasan dan kemerdekaan Prancis.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore