Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juli 2024 | 21.19 WIB

Penjelasan Detail Terkait Proses Penanganan Zhang Zhi Jie

Zhang Zhi Jie dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kolaps saat bertanding melawan Kazuma Kawano di GOR Amongrogo Yogyakarta./Instagram resmi @badminton.ina - Image

Zhang Zhi Jie dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kolaps saat bertanding melawan Kazuma Kawano di GOR Amongrogo Yogyakarta./Instagram resmi @badminton.ina

JawaPos.com — Insiden tragis yang menimpa atlet bulu tangkis asal Tiongkok, Zhang Zhi Jie, saat bertanding melawan Jepang menyedot perhatian banyak pihak. Zhang tiba-tiba kolaps di tengah pertandingan, dan tim medis serta dokter turnamen segera melakukan tindakan penyelamatan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Humas PP PBSI, Broto Happy, memberikan penjelasan detail terkait proses penanganan darurat yang dilakukan terhadap Zhang Zhi Jie.

Pada pertandingan tersebut, Zhang Zhi Jie tiba-tiba kolaps di lapangan. Tim medis dan dokter turnamen segera memasuki lapangan setelah mendapatkan izin dari wasit, sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Tim medis melakukan survei awal di arena sesuai prosedur," ujar Broto Happy menjelaskan langkah awal yang diambil oleh tim medis dalam keterangan persnya, Senin (1/7).

Setelah survei awal dilakukan di lapangan, Zhang segera dibawa ke rumah sakit rujukan, Harjolukito, yang berjarak sekitar 4,7 km dari lokasi pertandingan. Perjalanan menuju rumah sakit memakan waktu sekitar 10 menit. "Memerlukan waktu tambahan 1 menit untuk sampai di lapangan, korban segera dibawa ke rumah sakit sesuai rekomendasi. Tersedia alat bantu pernapasan dan fasilitas lainnya sebelum korban dibawa ke sana," tambah Broto Happy.

Setibanya di rumah sakit Harjolukito, Zhang langsung ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, asesmen awal menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda denyut nadi dan pernapasan pada Zhang. Tim medis pun segera melakukan tindakan pijat jantung luar dan memberikan bantuan pernapasan selama tiga jam. Sayangnya, upaya ini tidak membuahkan hasil, dan Zhang tidak menunjukkan respons.

Setelah upaya resusitasi di rumah sakit Harjolukito tidak berhasil, Zhang dipindahkan ke RSUP Sardjito atas permintaan resmi dari pihak official team Tiongkok. "Di sana, upaya resusitasi jantung tidak menunjukkan respons spontan dan dihentikan pukul 23.30 WIB," ungkap Broto Happy.

Pada kondisi tersebut, Zhang mengalami henti jantung mendadak, dan tim medis menyatakan Zhang meninggal dunia pada pukul 23.50 kepada pihak official team dari Tiongkok.

Saat ini, jenazah Zhang masih berada di RSUP Sardjito menunggu kedatangan orang tuanya. PBSI berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut jenazah Zhang. "Penanganan jenazah akan kami koordinasikan," kata Broto Happy.

Menanggapi insiden ini, Broto Happy menegaskan bahwa aturan penting mengenai keterlibatan tim medis sebelum panggilan dari wasit akan ditinjau ulang. "Kami akan memberitahu BWF mengenai hal ini," ujarnya.

Evaluasi ini diharapkan dapat memperbaiki prosedur penanganan darurat di masa mendatang agar kejadian serupa tidak terulang.

Insiden yang menimpa Zhang Zhi Jie menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan dan respons cepat dalam situasi darurat. PP PBSI dan seluruh tim medis telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Zhang, namun takdir berkata lain. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk terus meningkatkan standar keselamatan dan prosedur penanganan medis dalam setiap pertandingan olahraga.

Peristiwa tragis ini juga mengundang simpati dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para penggemar bulu tangkis di seluruh dunia. Kita semua berharap keluarga Zhang Zhi Jie diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan yang mendalam ini. Semoga arwah Zhang Zhi Jie mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore