
BUAH PENANTIAN PANJANG: Pemain Indomaret berselebrasi setelah menaklukkan STIN Pasundan pada partai final Livoli Divisi Utama tadi malam. ANGGER BONDAN/JAWA POS
JawaPos.com-Indomaret akhirnya berhasil mengakhiri puasa gelar juara kejuaraan Livoli Divisi Utama selama 14 tahun.
Setelah terakhir meraihnya pada 2008, tim asal Sidoarjo itu kemarin (13/11) menang dramatis 3-2 (25-18, 16-25, 25-13, 21-25, 16-14) atas STIN Pasundan di GOR Ki Mageti, Magetan.
Gelar juara tersebut diraih dengan perjuangan yang begitu berat. Sepanjang laga, opposite utama Dimas Saputra harus menahan rasa sakit di pinggang. Begitu juga dengan libero Fahreza Rakha Abinaya.
’’Set terakhir saya tanya Fahreza butuh pergantian nggak. Dia bilang masih oke,’’ kata pelatih Indomaret Iwan Dedi Setiawan kepada Jawa Pos.
’’Mereka sudah bertekad dan berkeyakinan bisa juara. Rasa sakit pun dilawan,’’ imbuh pelatih yang akrab disapa Giso itu.
Perjuangan untuk melawan rasa sakit tersebut berbuah sangat manis. Sempat tertinggal 13-14 pada set kelima, Indomaret akhirnya mampu membalikkan keadaan menjadi 16-14.
Mereka pun berhasil mengakhiri dahaga gelar selama 14 tahun. Kali terakhir Indomaret mendapatkan gelar adalah tahun 2008. Ketika itu, mereka mengalahkan Yuso dalam partai final di GOR Pajajaran, Bandung. Kini, mereka meraih gelar juara untuk kali kedua melawan tim asal Bandung juga, yaitu Pasundan.
’’Perjuangan sangat luar biasa. Baru di Livoli tahun ini kami harus main 11 pertandingan dengan intensitas tinggi terus. Beberapa kali kami main lima set. Tapi alhamdulillah perjuangan kami latihan selama ini, kerja keras kami ada hasilnya. Tanpa seizin Allah, kami juga tidak bisa mendapat hasil ini,’’ ucap Giso.
Dimas, meski harus menahan rasa sakit, tetap menjadi pendulang poin utama bagi Indomaret. Pemain 27 tahun itu mencetak total 34 poin dan menjadi penentu kemenangan Indomaret. Sementara itu, sang adik, Marcelio Bintang Saputra, berada di belakang Dimas dengan 20 poin.
Selain gelar juara, setter 20 tahun Indomaret Alvin Daniel Pratama mendapat penghargaan pemain masa depan. Itu merupakan gelar individu tertinggi di ajang Livoli Divisi Utama.
Di sisi lain, pelatih Pasundan tetap mengandalkan dua hitter utama mereka. Yaitu, Farhan Halim dan Muhammad Fikri Mustofa Kamal. Keduanya masing-masing mencetak 27 dan 28 poin.
Meski kalah, pelatih Pasundan Anwar Sadat mengapresiasi penampilan anak didiknya. Dengan status sebagai tim promosi dan menurunkan mayoritas pemain muda, Pasundan bisa melaju hingga ke babak final.
’’Kami cuma di finishing aja yang kurang berpihak. Tapi tidak apa-apa, semua main bagus, tinggal rezeki yang belum,’’ ujar Anwar.
Sementara itu, Surabaya BIN Samator menempati posisi ketiga kejuaraan Livoli Divisi Utama. Dalam laga perebutan tempat ketiga, BIN Samator mampu mengalahkan Berlian Bank Jateng dengan skor 3-0 (25-21, 25-20, 25-22).

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
