
Photo
JawaPos.com-Padatnya jadwal turnamen membuat para pebulu tangkis kesulitan menjaga konsistensi. Chico Aura Dwi Wardoyo sudah merasakannya. Ya, baru beberapa hari lalu Chico menjuarai Malaysia Masters, kemarin (13/7) dia harus sudah tersingkir di babak 32 besar Singapore Open.
Pemain asal Papua itu langsung takluk di babak pertama oleh wakil Kanada Brian Yang dua game langsung (12-21, 17-21).
Pemain binaan PB Exist tersebut tak mau banyak alasan terkait kekalahannya. Chico mengakui, lawan memang bermain lebih baik. Khususnya di set pertama. ”Dia lebih baik dan saya ikut pola mainnya dia," ungkap Chico kemarin.
Pelatih tunggal putra Irwansyah menerangkan, setelah juara di Malaysia Masters, permainan Chico belum keluar. ”Dia belum bisa menanggung pressure yang demikian berat setelah juara. Dampaknya, permainannya tidak lepas," jelasnya.
Padahal, sambung Irwansyah, dari awal dirinya sudah meminta Chico bermain rileks dan enjoy.
”Tetapi, tekanan juara itu belum mampu dia atasi. Saat pemanasan pun dia begitu tegang," katanya. Menurut Irwansyah, inilah pelajaran penting yang didapat Chico setelah juara di Malaysia Masters. ”Dia harus berusaha melepaskan beban mental juara secara perlahan-lahan,” tuturnya.
Di saat Chico gugur di babak awal, tiga wakil tunggal putra lainnya berhasil melaju. Jonatan Christie menaklukkan atlet India Parupalli Kashyap (21-14, 21-15), Anthony Sinisuka Ginting menekuk wakil Taiwan Wang Tzu Wei (21-19, 21-16), dan Tommy Sugiarto mengandaskan wakil tuan rumah Jia Heng Jason Teh (21-12, 21-15).
Jojo –sapaan Jonatan– menyatakan sejak awal memang sudah yakin bisa mengatasi Parupalli. Apalagi, lawan sudah tidak muda dengan usia 35 tahun. Ini juga menjadi pertemuan keduanya melawan Parupalli.
Pertemuan pertama terjadi pada Malaysia Masters 2015. Saat itu Jojo takluk rubber game (21-13, 20-22, 12-21). ”Dulu pun pada ajang Malaysia Masters 2015 saya juga hampir menang. Hanya, saat itu saya baru naik tampil ke level super series. Sementara dia saat itu masih bagus juga penampilannya," bebernya.
Menurut Jojo, dalam pertandingan kemarin, dirinya pada awal-awal laga mencoba beradaptasi. Seperti membaca arah angin, kondisi lapangan, dan laju shuttlecock yang relatif berbeda dengan di Malaysia lalu.
”Memang kurang lebih kondisinya ada menang angin dan kalah angin. Cuma laju shuttlecock-nya di sini berbeda," ujarnya.
Untuk pola permainan, juara Asian Games 2018 itu tak banyak perbedaan ketimbang saat di Malaysia.
”Cuma, saya harus tahu saat menang angin harus memukul shuttlecock seperti apa dan sebaliknya saat kalah angin, juga harus bagaimana. Harus pintar-pintar menyiasatinya," ungkap Jojo.
Di babak 16 besar, Jojo akan bersua atlet Jepang Kodai Naraoka. Dalam pertemuan terakhir di Korea Open 2022, Jojo juga mampu mengatasi perlawanan pemain asal Negeri Sakura tersebut. Saat itu Jojo menang 21-16, 21-11.
Untuk menghadapi Kodai, Jojo tinggal menerapkan bagaimana strategi dan pola permainan yang pas. Baik itu saat kondisi menang angin maupun kalah angin. ”Sebab, saat di Korea lalu, shuttlecock-nya lambat, sementara di sini terasa lebih cepat," kata Jojo.
Di sisi lain, pasangan ganda putra Fajar Alfian/Rian Ardianto melaju dengan mengalahkan pasangan Tiongkok Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi (21-18, 21-15).
”Alhamdulillah bisa bermain lancar dan diberi kemenangan. Kuncinya fokus di permainan depan net dan lebih siap di servis dan pembukaan servisnya," ungkap Rian.
Rian mengakui tidak terlalu banyak mengangkat bola. Sebab, dia tahu lawan memiliki postur yang menjulang.
”Jadi, kami lebih banyak menurunkan bola. Fokus di permainan depan net karena melihat shuttlecock dan lapangan berangin. Jadi harus lebih fokus di permainan depan net," terangnya.
Di babak 16 besar, pasangan juara Malaysia Masters 2022 itu kembali melawan pasangan Tiongkok lainnya Ren Xiang Yu/Tan Qiang. Hasilnya, Fajar/Rian kembali menang dalam rubber game dengan skor 21-12, 15-21, dan 21-13.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
