
Ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati terhenti di perempat final French Open 2023 setelah dikalahkan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (Tiongkok) dengan skor 22-24, 10-21.
JawaPos.com – Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati, tetap puas meski disingkirkan pasangan Tiongkok Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong 18-21, 17-21 pada babak 16 besar Malaysia Open 2024 di Lapangan 3 Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (11/1).
Pada pertandingan turnamen BWF Super 1000 itu, Rehan/Lisa memberikan perlawanan ketat dengan beberapa kali membuat skor sama kuat bahkan unggul beberapa angka sebelum kemudian dipaksa menyerah dari unggulan pertama tersebut.
“Kami cukup senang dengan penampilan kami hari ini, kami bisa memberikan perlawanan ke mereka. Tapi, memang sangat disayangkan kami belum bisa memanfaatkan kesempatan yang ada,” kata Lisa, dikutip dari keterangan resmi dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Kamis (11/1).
“Di gim pertama kami sudah coba mengejar, di gim kedua juga sempat unggul, tapi kurang tenang di poin-poin akhir,” tambahnya.
Sementara itu, Rehan menambahkan dia dan Lisa menyayangkan penampilan keduanya yang kurang fokus pada poin-poin tua.
Dia pun mengatakan akan menjadikan kekalahan di Malaysia Open 2024 ini sebagai pembelajaran untuk menatap turnamen-turnamen yang ada ke depannya.
“Kami malah kurang yakin dan nekat di poin-poin akhir, baik di gim pertama maupun kedua. Sementara mereka lebih nekat. Itu pelajaran buat kami,” kata Rehan.
“Kami harus lebih sabar lagi dan bisa menahan fokus di akhir-akhir pertandingan,” lanjutnya.
Sementara Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja menyebut kekalahan dua gim 12-21, 16-21 dari pasangan Korea Selatan Seo Seung-jae/Chae Yu-jung pada babak 16 besar Malaysia Open 2024 di Lapangan 3 Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (11/1), adalah karena keduanya kalah dalam hal servis.
Hal ini dikatakan Dejan dimana dia mengakui servis lawannya yang merupakan unggulan ketiga itu sangat baik dan sulit diantisipasi.
“Kami kalah di servis dan pembukaan dari mereka, kami tidak bisa lepas dari sana. Kurang banyak bisa bermain rally dan melakukan kesalahan-kesalahan,” kata Dejan, dikutip dari keterangan resmi dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Di gim kedua, Dejan/Gloria bermain sedikit lebih baik. Namun, hal ini tetap tidak cukup membuat keduanya lepas dari tekanan dan kembali mengakhiri gim dengan kekalahan 16-21.
“Kami sudah berusaha dengan apa yang kami bisa, gim kedua sudah berhasil mengejar tapi memang mereka masih lebih unggul,” tambah Dejan.
Sementara itu, menurut Gloria, kekalahan dari pasangan Korea Selatan tersebut membuatnya dan Dejan memiliki banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan penampilan pada turnamen-turnamen berikutnya.
“Pastinya belum dengan apa yang kami tampilkan. Masih banyak evaluasi dan pekerjaan rumah,” ucap Gloria.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
