
Photo
JawaPos.com - Kento Momota belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya setelah sembuh dari kecelakaan yang menderanya pada awal 2019 lalu. Gagal di All England 2021 dan Olimpiade Tokyo 2020, Momota juga belum berhasil membawa Jepang menjuarai Piala Sudirman 2021 pekan lalu.
Di partai final kemarin, Jepang tunduk 1-3 dari Tiongkok. Momota juga gagal menyumbang poin karena dipecundangi oleh Shi Yu Qi di laga tunggal putra. Punya gaya main bertahan dan lebih suka bermain lambat dengan bola-bola lob, Momota tidak kuasa membendung permainan Yu Qi yang sangat cepat dan eksplosif.
Mengomentari performa Momota di Piala Sudirman 2021, pelatih kepala tim bulu tangkis Jepang Park Joo Bong mengakui bahwa pemain ranking 1 dunia itu memang belum sepenuhnya kembali ke performa sebelumnya, baik secara fisik maupun kepercayaan diri.
"Permainan Momota memang sedikit demi sedikit sudah membaik, tapi untuk bermain di level atas sepertinya masih terlalu berat untuknya. Dia bisa mengalahkan Lee Zii Jia (Malaysia) di fase grup, dan Chou Tien Chen (Taiwan) di perempat final. Tapi kemudian, dia gagal memenangi laga di semifinal (melawan Lee Zii Jia lagi, Red) dan final (melawan Shi Yu Qi, Red)," ujar Joo Bong, dilansir dari BWF.
"Secara fisik dan mental, dia sudah kelelahan. Kepercayaan dirinya memang sudah mulai ada, tapi masih butuh proses panjang untuk bisa seperti dulu lagi," sambung Joo Bong.
Hal ini lah yang kemudian membuat Yu Qi dengan mudahnya mengeksploitasi kelemahan Momota di partai final kemarin. "Shi Yu Qi sudah tahu bahwa dia kelelahan. Di pertandingan kemarin, Shi Yu Qi bermain dengan sangat cepat sehingga Momota kesulitan mengikuti ritme permainannya," ujar Joo Bong.
Ganti Taktik dan Gaya Main
Menyoroti kekalahan Momota dari Olimpiade sampai Piala Sudirman, PR Momota kini bukan hanya mengembalikan performa dan kepercayaan dirinya seperti sedia kala. Joo Bong menuturkan, ia juga harus mulai memikirkan taktik dan gaya bermain yang lain.
Hal ini bukan tanpa alasan. Dalam serangkaian kekalahannya saat melawan pemain-pemain ofensif yang punya gerakan cepat dan smes keras, Momota kerap kali dipaksa untuk memberikan bola-bola tinggi dan tanggung untuk kemudian dieksekusi dengan baik oleh lawan-lawannya.
Dalam kondisi fisik yang belum prima, serangan-serangan seperti ini sangat sulit dikembalikan oleh Momota. Hal ini jelas terlihat ketika ia dikalahkan Heo Kwang Hee (Korea) di fase grup Olimpiade Tokyo 2020, serta Lee Zii Jia dan Shi Yu Qi di Piala Sudirman 2021.
"Momota saat ini adalah target semua pemain. Gaya mainnya sudah dianalisis oleh lawan-lawannya. Jadi, tentu saja dia harus ganti taktik dan gaya main. Saat ini, rival-rivalnya sudah semakin banyak, dan Momota jelas belum dalam kondisi terbaik untuk disandingkan dengan mereka," ujar Joo Bong.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
