Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Oktober 2021 | 22.09 WIB

Gaya Main Momota Sudah Dibaca Musuh, Park Joo Bong: Harus Ganti Taktik

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kento Momota belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya setelah sembuh dari kecelakaan yang menderanya pada awal 2019 lalu. Gagal di All England 2021 dan Olimpiade Tokyo 2020, Momota juga belum berhasil membawa Jepang menjuarai Piala Sudirman 2021 pekan lalu.

Di partai final kemarin, Jepang tunduk 1-3 dari Tiongkok. Momota juga gagal menyumbang poin karena dipecundangi oleh Shi Yu Qi di laga tunggal putra. Punya gaya main bertahan dan lebih suka bermain lambat dengan bola-bola lob, Momota tidak kuasa membendung permainan Yu Qi yang sangat cepat dan eksplosif.

Mengomentari performa Momota di Piala Sudirman 2021, pelatih kepala tim bulu tangkis Jepang Park Joo Bong mengakui bahwa pemain ranking 1 dunia itu memang belum sepenuhnya kembali ke performa sebelumnya, baik secara fisik maupun kepercayaan diri.

"Permainan Momota memang sedikit demi sedikit sudah membaik, tapi untuk bermain di level atas sepertinya masih terlalu berat untuknya. Dia bisa mengalahkan Lee Zii Jia (Malaysia) di fase grup, dan Chou Tien Chen (Taiwan) di perempat final. Tapi kemudian, dia gagal memenangi laga di semifinal (melawan Lee Zii Jia lagi, Red) dan final (melawan Shi Yu Qi, Red)," ujar Joo Bong, dilansir dari BWF.

"Secara fisik dan mental, dia sudah kelelahan. Kepercayaan dirinya memang sudah mulai ada, tapi masih butuh proses panjang untuk bisa seperti dulu lagi," sambung Joo Bong.

Hal ini lah yang kemudian membuat Yu Qi dengan mudahnya mengeksploitasi kelemahan Momota di partai final kemarin. "Shi Yu Qi sudah tahu bahwa dia kelelahan. Di pertandingan kemarin, Shi Yu Qi bermain dengan sangat cepat sehingga Momota kesulitan mengikuti ritme permainannya," ujar Joo Bong.

 

Ganti Taktik dan Gaya Main

 

Menyoroti kekalahan Momota dari Olimpiade sampai Piala Sudirman, PR Momota kini bukan hanya mengembalikan performa dan kepercayaan dirinya seperti sedia kala. Joo Bong menuturkan, ia juga harus mulai memikirkan taktik dan gaya bermain yang lain.

Hal ini bukan tanpa alasan. Dalam serangkaian kekalahannya saat melawan pemain-pemain ofensif yang punya gerakan cepat dan smes keras, Momota kerap kali dipaksa untuk memberikan bola-bola tinggi dan tanggung untuk kemudian dieksekusi dengan baik oleh lawan-lawannya.

Dalam kondisi fisik yang belum prima, serangan-serangan seperti ini sangat sulit dikembalikan oleh Momota. Hal ini jelas terlihat ketika ia dikalahkan Heo Kwang Hee (Korea) di fase grup Olimpiade Tokyo 2020, serta Lee Zii Jia dan Shi Yu Qi di Piala Sudirman 2021.

"Momota saat ini adalah target semua pemain. Gaya mainnya sudah dianalisis oleh lawan-lawannya. Jadi, tentu saja dia harus ganti taktik dan gaya main. Saat ini, rival-rivalnya sudah semakin banyak, dan Momota jelas belum dalam kondisi terbaik untuk disandingkan dengan mereka," ujar Joo Bong.

 

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore