
Pelari Indonesia Saptoyogo Purnomo berpose dengan medali emas yang dia dapatkan di Asian Para Games 2022 Hangzhou, di Huanglong Sports Centre Stadium, Tiongkok, Kamis (26/10). ANTARA/Arnidhya Nur
JawaPos.com – Tiga medali emas yang diraih oleh sprinter Indonesia Saptoyogo Purnomo di Asian Para Games 2022 Hangzhou semakin membuatnya percaya diri untuk bersaing di panggung yang lebih besar lagi, Paralimpiade 2024 Paris.
“Saya ingin sekali, untuk kedua kalinya mendapatkan medali di Paralympic. Kemarin waktu Paralympic Tokyo saya mendapatkan medali perunggu,” kata Saptoyogo saat ditemui di Huanglong Sports Centre Stadium, Tiongkok, Kamis (26/10).
Sprinter asal Jawa Tengah itu mengatakan akan segera berlatih kembali demi mengasah kondisi fisik serta mentalnya supaya lebih siap menghadapi para pelari top dari seluruh dunia.
Saptoyogo mengungkapkan, beberapa pesaing berat di Paralimpiade berasal dari Brasil dan Rusia. Namun, dia tak ingin mengendurkan semangat dan tekad untuk kembali mengharumkan nama Indonesia di pentas olahraga untuk atlet disabilitas terbesar di dunia tersebut. Saptoyogo akan turun di nomor lari 100 meter dan 200 meter T37 putra di Paris, tahun depan.
“Biasanya di Paralympic, yang berat itu pelari dari Brasil dan Rusia. Tapi, biasanya juga akan ada pendatang baru yang juga kuat. Tapi, saya optimistis,” ujar Saptoyogo.
Saptoyogo baru saja merebut medali emas pada cabang olahraga para atletik nomor lari 100 meter T37 putra Asian Para Games 2022 Hangzhou.
Saptoyogo kembali menjadi yang tercepat dengan torehan waktu 11,35 detik. Tak hanya keluar sebagai peraih medali emas, catatan waktu ini sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games yang sebelumnya dipegang oleh Saptoyogo sendiri, yakni 11,49 detik, yang dia bukukan pada Asian Para Games 2018 Jakarta.
Sebelumnya, Saptoyogo juga berhasil meraih medali emas di nomor lari 200 meter T37 putra pada Rabu (25/10).
Tak hanya menjadi yang tercepat pada pesta olahraga untuk atlet penyandang disabilitas edisi keempat ini, Saptoyogo juga memecahkan rekor terbaru di Asian Para Games dengan catatan waktu 23,34 detik.
Saptoyogo juga keluar sebagai juara pada nomor lari 400 meter T37 dengan catatan waktu 54,80 detik pada Senin (23/10). Pencapaian ini juga merupakan medali emas pertama untuk Indonesia di Asian Para Games edisi keempat itu.
“Buat saya, tiga medali emas ini sangat berharga, karena ini juga pertama kalinya di Asian Para Games ada yang meraih tiga emas. Selain itu, target emas dari para atletik Indonesia juga sudah terpenuhi, dan dari empat, tiga emasnya dari saya. Saya senang sekali,” kata Saptoyogo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022