Guard timnas basket Indonesia Yudha Saputera saat beraksi melawan Qatar di laga terakhir Asian Games 2022, Sabtu (30/9).
JawaPos.com – Tuntas sudah perjuangan timnas basket putra Indonesia di Asian Games 2022. Skuad Merah Putih harus angkat koper lebih cepat karena menjadi juru kunci grup D. Kepastian itu didapat setelah tim besutan Milos Pejic tersebut kalah 67-74 oleh Qatar pada laga pemungkas kemarin (30/9).
Penampilan Indonesia di Zijingang Gymnasium, Universitad Zhejiang, Hangzhou, Tiongkok, sejatinya apik pada awal laga. Yudha Saputera dkk bermain dengan meyakinkan untuk membuka keunggulan 18-14 di kuarter pertama.
Duel berjalan lebih seimbang di kuarter kedua. Qatar mulai memberikan perlawanan. Namun, tim Merah Putih mampu mempertahankan keunggulannya 37-33 hingga jeda.
Situasi berubah di paro kedua laga. Indonesia Patriots –julukan timnas basket putra Indonesia– mulai kedodoran dan Qatar terus menekan. Skuad Merah Putih kesulitan menahan gempuran tim peringkat ke-104 tersebut. Hingga akhirnya Indonesia takluk 67-74.
Johannis Winar, asisten pelatih timnas basket Indonesia, menyatakan bahwa anak asuhnya sudah menunjukkan perjuangan luar biasa. Namun, dia menyoroti kemampuan pemainnya dalam bertahan di bawah ring. ’’Masalah kita di big man. Tidak ada pemain yang bisa menjaga di paint (area). Qatar maksimalkan situasi itu,’’ ucapnya seusai pertandingan.
Pernyataan Ahang, sapaan akrab Johannis Winar, didukung data statistik yang ada. Qatar tercatat berhasil melakukan 25 offensive rebound dan berhasil dikonversi menjadi 32 poin. Total rebound mereka 54 kali. Sementara itu, tim Indonesia total mencetak 32 rebound. ’’Lawan percobaan pertama meleset, tapi dapat offensive rebound, kemudian put back,’’ tutur dia.
Yudha kembali menunjukkan kelasnya sebagai pebasket andalan Indonesia. Bermain selama 32 menit, point guard Prawira Harum Bandung itu sukses mencetak 19 poin dan 2 rebound. Disusul Muhammad Arighi Hadran Noor dan Kaleb Ramot Gemilang dengan masing-masing menyumbang 13 dan 11 poin.
Khusus Yudha, itu menjadi kali ketiga secara beruntun dirinya menjadi tumpuan skuad Merah Putih. Sebelumnya dia juga jadi pencetak poin terbanyak saat melawan Korea Selatan dengan 15 poin dan Jepang dengan 12 poin.
’’Apresiasi tertinggi kami berikan kepada anak-anak yang sudah menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Apalagi Yudha Saputera yang selalu menjadi pemain terbaik di setiap game,’’ kata Jeremy Imanuel Santoso, manajer timnas basket putra Indonesia.
Dengan kekalahan itu, Indonesia dipastikan gagal lolos ke babak berikutnya karena hanya mengoleksi 3 poin, hasil tiga kali kalah dalam tiga laga. Jeremy pun menegaskan hasil tersebut akan jadi bahan evaluasi untuk ke depannya.
Setelah Asian Games 2022, agenda timnas basket Indonesia adalah kualifikasi FIBA Asia Cup 2025, yang digelar dalam tiga window. Yakni, Februari dan November 2024 serta Februari 2025. Dalam ajang itu, Indonesia masuk grup A bersama Thailand, Australia, dan Korea Selatan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
