Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 September 2023 | 15.36 WIB

Buat Jonatan Christie, Status Juara Bertahan Asian Games Bukanlah Beban

 

Jonatan Christie merayakan gelar juara di Hongkong Open.

JawaPos.com – Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia dengan status juara bertahan di Asian Games XIX/2022 di Huangzhou, Tiongkok.

Peraih emas Merah Putih lain, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, telah berpisah dan tak lagi bermain di multievent terbesar se-Asia itu.

Jelang upacara pembukaan yang berlangsung besok (23/9), Jojo, sapaan Jonatan Christie, mengaku tak mau terbebani dengan status juara bertahan. Menurut pemain 26 tahun itu, tiap edisi selalu punya cerita.

”Saya enggak ingat-ingat lagi. Yang sudah lewat ya udah lewat juga kan,” kata Jojo saat diwawancarai di Cipayung. ”Yang pasti, di sana nanti pasti punya cerita sendiri dan kita gak tahu apa yang terjadi ke depan. Jadi, jalanin aja,” tambah Jojo.

Menurut Jojo, persaingan di Asian Games edisi 2018 dan 2022 ini berbeda. Pemain senior yang tampil di Asian Games 2018 seperti andalan Tiongkok Chen Long, jagoan Jepang Kento Momota, hingga wakil Korea Selatan Son Wan-ho kini tak tampil. Saat ini lebih banyak pemain muda yang ambil bagian.

”Tapi, secara kualitas, saya rasa yang namanya di pertandingan besar dan top event, pasti pemainnya juga bagus-bagus semua,” tutur Jojo.

Soal peluang mempertahankan emas, Jojo menyebutkan, semua memiliki kans yang sama seperti wakil Indonesia. ”Tiap pertandingan punya cerita dan momen sendiri. Jadi, nikmatin aja momennya, hari demi harinya yang dijalani nanti. Lebih dibuat enjoy. Jadi, enggak tertekan dan beban juga,” beber Jojo.

Konfidensi Jojo sedang bagus. Sebab, pekan lalu Jojo menjadi kampiun Hongkong Open 2023. ”Karena sebelum berangkat ke China (Open) dan Hongkong (Open), saya kurang bagus. Jadi, kemarin bisa dapat hasil lumayan, ya pasti buat booster buat Asian Games. Jadi, lebih pede. Ya, jadi ada tambahan motivasi juga,” terang Jojo.

Meskipun baru rampung bertanding pekan lalu, atlet binaan PB Tangkas itu sudah intens menjalani latihan lagi. Setelah sampai Jakarta pada Senin (18/9) lalu, Jojo memeriksakan kondisinya ke rumah sakit sehari setelahnya. ”Sebenernya enggak ada yang gimana-gimana banget, untungnya. Tapi, ada beberapa hal yang perlu diterapi, minum obat, dan lainnya,” kata Jojo.

Karena itu, saat ini yang menjadi evaluasinya adalah soal maintenance performa. Sebab, jarak antara Hongkong Open ke Asian Games sangat mepet.

Sementara itu, karateka putri Ceyco Georgia Zefanya sudah melupakan kegagalan di Asian Games 2018. Turun di nomor kumite (tarung) 68 kilogram, Ceyco akan langsung tancap gas. Apalagi, lima tahun lalu, kekalahannya terasa menyakitkan dan terjadi di babak pertama. ”Jadi, apa pun yang terjadi nanti, aku harus dapat medali,” tegas Ceyco.

Pelatih kepala karate Indonesia Omita Olga Ompi menyatakan, Ceyco bersama lima atlet kumite lain adalah andalan meraih medali. Selain Ceyco, nama Cok Istri Agung Sanistyarani (55 kg putri), Dessynta Rakawuni Banurea (+68 kg putri), Ari Saputra (60 kg putra), Sandi Firmandyah (84 kg putra), dan Joshua Ignatius (75 kg putra) disebut Omita memiliki kans cukup besar.

Persiapan tim karate Indonesia cukup matang. Sektor kumite menjalani training camp di Mesir sekitar sebulan dan mengikuti berbagai tryout. Salah satunya turun pada WKF Premiere League di Dublin, Irlandia, beberapa waktu lalu. Di ajang itu, Indonesia membawa pulang dua perunggu lewat Cok Istri dan Ceyco. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore