Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2020 | 05.33 WIB

Waktu Itu Baru Bule yang Ikut, Bisa Finis Saja Rasanya Keren Banget

Heru Prabowo, si Penghobi Ultramaraton di puncak Gunung Buthak, Batu - Image

Heru Prabowo, si Penghobi Ultramaraton di puncak Gunung Buthak, Batu

JawaPos.com-Dikelilingi gunung-gunung nan cantik, barangkali, menjadi keberuntungan bagi Heru Prabowo. Kesukaannya pada pemandangan dan tantangan menjadikan gunung-gunung tersebut lokasi yang pas untuk berlatih lari trail dan ultramaraton.

Sudah tak terhitung berapa kali Heru menyusuri Gunung Arjuno. Tidak hanya mendaki, tapi juga menjadikannya lokasi latihan maraton. Rute dari rumahnya di Malang menuju Gunung Arjuno bisa dibilang paling favorit di antara gunung-gunung lainnya.

’’Arjuno itu susah sebenarnya, tapi tiap ke sana selalu wow sendiri melihat pemandangannya. Nggak tahu kenapa,’’ ucapnya, lantas tersenyum lebar.

Berlatih dengan rute yang punya elevasi cukup menantang memang dilakukan Heru setiap akhir pekan. Meski jaraknya paling hanya 25–30 kilometer. Tapi, elevasinya tak main-main. ’’Dan pemandangannya itu. Saya lari ini kan cari pemandangan sama pertemanan,’’ katanya, kemudian terkekeh.

Membagi waktu memang cukup menantang bagi Heru. Profesional di bidang dairy development and management tersebut punya jadwal kerja yang cukup padat. Heru biasanya lari pagi 2–3 kali saja seminggu. Jaraknya sekitar 10 kilometer tiap latihan.

’’Ya, kan kalau malam sebelumnya rapat, lelah. Jangan dipaksa tubuhnya,’’ ujarnya.

Jika tak sempat lari pagi, Heru tetap menjaga kondisi tubuh dengan beberapa gerakan simpel. Misalnya, sit-up, plank, dan push-up. ’’Pokoknya yang memperkuat otot, untuk menunjang larinya tadi,’’ terangnya.

Sebelum race, Heru biasanya juga meramu menu makan imbang dan sehat. ’’Terutama sayur, buah, dan protein ya,’’ jelasnya.

Saat race, Heru juga meramu camilan ringan sendiri untuk memenuhi kebutuhan energi dan proteinnya. Di antaranya, kacang-kacangan dan kismis. Kacang mete atau kacang tanah menjadi pilihan Heru. Selain ukurannya kecil sehingga tak akan memberatkan race pack, kacang tak membuat perut kaget.

Pria kelahiran Malang tersebut kepincut lari sejak 2012. Saat itu memang belum banyak pelari rekreasional. Komunitas yang terbentuk juga belum banyak. ’’Saya penasaran karena dipamer-pameri sama teman, orang Singapura,’’ kenangnya.

Penasaran dengan hobi kawannya yang sudah dilampiaskan dalam beberapa race, Heru tertarik berlatih kecil-kecilan. Awalnya hanya lari 1 kilometer keliling kompleks.

Konsistensi berlari membuat Heru ingin menjajal race pertamanya tak lama setelah itu. Pada 2013, Heru ikut Bromo Marathon 10K untuk awalan. Meski mengaku tak punya formula latihan serius saat itu, Heru bisa menyentuh garis finis.

Perjalanan Heru memang tak mulus-mulus amat. Di Km 5, dia sudah merasakan kram di kaki. Sisanya harus dijalani Heru dengan jalan kaki. ’’Waktu itu baru bule-bule yang ikut. Bisa finis aja rasanya keren banget!’’ ucapnya.

Tak puas dengan tantangan road race, lagi-lagi Heru ’’terhasut’’ kawannya. ’’Diajakin trail run di Gede Pangrango, 2013 juga,’’ katanya.

Heru berhasil menyelesaikannya. Rasa puas dan penasaran bikin Heru ingin mencoba lebih. Hingga 2016, Heru rutin ikut road race maupun trail. Sampai akhirnya, Heru dan kawan-kawannya membentuk komunitas Malang Trail Runners (Mantra) untuk mewadahi kesamaan hobi.

’’Nggak cuma komunitas, kami bahkan nekat langsung bikin race sendiri,’’ tuturnya, kemudian tertawa. Hasil nekat persiapan empat bulan itu menjadi cikal bakal Mantra Summit Challenge atau MSC hingga kini.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore