
Photo
JawaPos.com-Saat berhasil meraih prestasi di sebuah race, Asyhadi Fatah menjadikannya contoh yang baik bagi murid-muridnya. Pengajar di SDN Kedungdoro 2, Surabaya, itu pun semakin termotivasi untuk mengikuti berbagai event lari.
---
Lari bukan hal asing bagi Hadi, sapaan Asyhadi Fatah. Dia merupakan alumnus Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Olahraga menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya. Tetapi, dia baru mengenal komunitas lari pada 2014.
Tertarik dengan posting-an di Facebook IndoRunners Surabaya, Hadi memberanikan diri bergabung dengan latihan rutin komunitas tersebut. Ternyata, kata Hadi, berolahraga dengan komunitas membawa kesenangan tersendiri.
’’Passion saya itu gym. Karena agak bosan, saya coba-coba lari. Ternyata bisa dapat banyak teman buat sharing. Selain itu, ada event-event seru. Kebiasaan olahraga jadi lebih menyenangkan,’’ kata pria berusia 35 tahun itu.
Dari situ, dia terus aktif di komunitas In doRunners. Sejak 2018, dia menjadi pelatih program IndoRunners Runiversity (IRRuniversity). Dia kebagian memberikan materi tentang strength training. Awalnya, itu merupakan open training program untuk persiapan Jogja Marathon 2018. Setelah itu, berlanjut hingga sekarang.
Banyak event lari lokal yang diikuti. Agar lebih bervariasi, Hadi juga sesekali mengikuti race trail running. Pada 2015, dia mengikuti trail run pertamanya, yaitu Ijen Trail Running kategori 30K. Dia finis dalam waktu 7 jam 40 menit.
Setidaknya, ada tiga event yang berkesan bagi Hadi. Goat Run Trail Running seri Merapi dengan jarak 21K. Dalam race tersebut, Hadi mendapat kejutan yang cukup membahagiakan. ’’Saya dapat peringkat ketiga. Nggak pernah terbayangkan bisa dapat podium. Itu race yang berkesan bagi saya sampai saat ini,’’ kata Hadi.
Hadi juga mencoba ultramaraton. Dia berlari dari Denpasar ke Tabanan sejauh 150 km dalam event Run to Care 2019. Sebelumnya, dia mengikuti seri Run to Care dari Jogjakarta ke Semarang. Saat itu dia mengikuti kategori relay dan berlari sejauh 75 km.
’’Merasa lega bisa finis dan banyak yang mensupport saya. Saya bisa mengumpulkan donasi hampir Rp 8 juta. Itu berarti saya bisa mendapat donasi untuk dua anak asuh,’’ tuturnya.
Impiannya berlari lebih dari 100 km terlampaui. Bromo Tengger Semeru (BTS) 100 Ultra kategori 102 km yang baginya paling melelahkan dituntaskan pada 2019.
’’Ini jadi motivasi saya sendiri. Saya bukan atlet profesional. Saya seorang guru dan guru itu panutan bagi murid-muridnya. Setidaknya, kalau gurunya bisa, muridnya juga bisa. Siapa tahu ada bibit atlet di murid-murid saya,’’ katanya.
Sudah bisa melampaui jarak 100 km, Hadi lebih santai. Masih banyak event yang ingin diikuti ke depan. Pada 2017, dia sudah mengikuti Rinjani 100 kategori 36K. Ke depan, dia bisa naik level. ’’Race FM sudah banyak, ya. Sejauh ini ingin full marathon di Surabaya. Untuk Rinjani 100, dari 36K ingin naik ke 60K. Tetapi, masih lihat waktu yang tepat,’’ imbuhnya.
Tentang Asyhadi Fatah
Lahir: Surabaya, 28 Oktober 1984
Pekerjaan: Guru olahraga SDN Kedungdoro 2 Surabaya
Track Record
2015
Ijen Trail Running, 30K, 7 jam 40 menit
2016
Bromo Marathon, HM, 2:11:06
Bali Marathon, FM, 4:32:17
Ijen Trail Run, 42K, 5:57:13
Goat Run Trail Running Seri Merapi, 21K, 6:23:11 (podium 3)
Goat Run Trail Running Seri Guntur, 25K, 5:19:16
Coast to Coast Night Trail Run, 25K, 4:11:30
Jawa Pos Fit East Java Half Marathon, 21K, 1:50:32
2017
Bromo Marathon, FM, 6:39:05
Jakarta Marathon, FM, 4:46:38
Bromo Tengger Semeru 100 Ultra, 70K, 14:37:47
Kuala Lumpur Marathon, FM, 4:58:42
Rinjani 100, 36K, 11:07:21
Surabaya Marathon, HM, 1:56:38
Mantra Summit Challenge, 50K, 17 jam 48 menit
Coast to Coast Night Trail Run, 70K, DNF
2018
Mantra Summit Challange, 15K, 2:17:07
Bali Marathon, FM, 4:59:03
Run to Care 150K Jogjakarta–Semarang (Relay), 33:38:09
2019
Bromo Tengger Semeru 100 Ultra, 102K, 30:20:41
Bali Marathon, FM, 5:25:24
Run to Care 150K Denpasar–Tabanan, 35:59:11

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
