
Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto lolos ke semifinal Korea Open 2023. (Antara)
JawaPos.com - Fajar Alfian/Rian Ardianto punya kelemahan yang elementer. Mereka kerap melakukan kesalahan sendiri di beberapa turnamen terakhir. Terutama kesalahan servis dan lemahnya permainan depan.
Kini, dalam persiapan menuju Kejuaraan Dunia di Kopenhagen, Denmark, pada 21–27 Agustus, mereka berusaha meminimalkan kesalahan. Itulah yang terlihat saat Fajar/Rian berlatih di lapangan pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, kemarin (9/8).
Berdasar pengamatan Jawa Pos, Rian menambah materi dengan latihan servis dan permainan depan. Dia didampingi asisten pelatih Aryono Miranat.
”Ya, evaluasinya dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya memang lebih baik. Tapi, masih banyak kekurangannya,” ujar Rian saat diwawancarai.
Fajar menjelaskan, banyaknya kesalahan servis bukan karena tegang saat bermain. Dia mengungkapkan, di setiap turnamen shuttlecock yang digunakan berbeda.
”Kami bermain di Korea dan Jepang itu menggunakan shuttlecock Yonex. Di Australia, kami menggunakan shuttlecock Victor,” jelasnya.
”Jadi, touch-nya itu benar-benar berbeda. Karakter bola ini berbeda sekali dari segi servis, dari segi laju bola juga sangat berbeda. Mungkin dari itu kami juga harus adaptasi lagi,” lanjutnya.
Selain itu, grafik penampilan keduanya terus turun. Dari masuk final di Korea Selatan, semifinal di Japan Open, sampai perempat final di Australia Open. ”Tapi, menurut saya kami udah ada di jalur trek yang positif ya,” kata Fajar.
Mengenai Kejuaraan Dunia, pasangan berakronim FajRi itu memiliki target tinggi. Apalagi, pada musim 2022, mereka harus terhenti di babak semifinal saat melawan seniornya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, (21-23, 21-12, 16-21).
”Tapi, mungkin satu-satu dulu karena kami juga belum tahu drawing-nya seperti apa. Dan ya, yang pasti target tuh, semua pemain, bukan saya aja, pasti pengin jadi yang terbaik,” tandasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
