Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 September 2019 | 00.02 WIB

Laporan Khusus Olahraga Indonesia dan Dukungan Perusahaan Rokok (2)

Ficky Supit duduk di ruang tamu dengan latar belakang puluhan medali yang dia peroleh hingga saat ini. (RAMONA VALENTIN – JawaPos.com/RadarKediri) - Image

Ficky Supit duduk di ruang tamu dengan latar belakang puluhan medali yang dia peroleh hingga saat ini. (RAMONA VALENTIN – JawaPos.com/RadarKediri)

JawaPos.com-Pangkal penyebab kemunduran prestasi tenis meja Indonesia mudah dicari. Pembinaan terhenti, regenerasi juga mandek. Karena PTM Surya sebagai salah satu barometer pembinaan bubar, iklim kompetisi jadi suram.

Atlet-atlet muda bingung mau menempa diri di mana. ’’Yang saya lihat sekarang, tenis meja sudah tidak bergairah lagi. Seperti kehilangan induk,’’ ungkap Christine Ferliana, alumnus PTM Surya.

Saat ini jebolan PTM Surya tersebar ke seluruh Indonesia. Christine, Silir Rovani, dan Ficky Supit Santoso masih berstatus sebagai atlet puslatda sampai sekarang. Setiap pagi dan sore mereka rutin berlatih di GOR Pengprov PTMSI Surabaya. Mereka masih mengejar mimpi tampil di PON XX/Papua.

Diana Wuisan, mantan ketua harian PTM Surya, menjelaskan bahwa hal itu terjadi pada hampir seluruh atlet tenis meja di Indonesia. Mereka berlatih sendiri-sendiri. Tidak seperti sepak bola atau basket, tak banyak klub yang bisa menaungi.

Photo

Diana Wuisan, mantan ketua harian PTM Surya (Retnachrista R.S/Jawa Pos)

’’Mereka, atlet-atlet itu, membina diri sendiri dengan tujuan menjaga stabilitas permainan saja. Tidak dikelola secara profesional dalam sebuah program satu paket yang punya target,’’ jelasnya. ’’Sampai saat ini, belum ada klub tenis meja yang menyamai skala pegelolaan setara PTM Surya,’’ lanjut peraih emas SEA Games 1981 tersebut.

Karena tidak ada yang menaungi, otomatis kesempatan mengikuti tryout ke berbagai kejuaraan bergengsi di luar negeri berkurang. Sebab, mereka harus berangkat dengan biaya sendiri. Kondisi makin menyedihkan karena tidak ada nama baru yang muncul di level nasional. Penyebabnya, lagi-lagi tidak ada klub yang mencari bibit baru. ’’Junior-junior itu masih berat bersaing,’’ katanya.

Tanpa Emas SEA Games Setelah 2008
(Pasca PTM Surya Bubar)

2009
1 perunggu
beregu putra

2011
3 perunggu
tunggal putra
tunggal putri
ganda putri

2013
NIHIL

2015
1 perunggu
beregu putra

2017
4 perunggu
ganda putra
ganda putri
beregu putra
beregu putri

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore