Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 November 2015 | 13.10 WIB

Bapak Offside Indonesia itu Telah Pergi Selama-lamanya (1)

Menpora Imam Nahrawi (kiri kedua), didampingi adik Sinyo, Lauren Aliandoe (kanan kedua), anak bungsu Sinyo, Theodurus Aliandoe (kiri) dan Mantan Pemain Bola Yohanes Auri (kanan) mendatangai Rumah Duka Mantan pemain dan pelatih tim nasional sepak bola Indo - Image

Menpora Imam Nahrawi (kiri kedua), didampingi adik Sinyo, Lauren Aliandoe (kanan kedua), anak bungsu Sinyo, Theodurus Aliandoe (kiri) dan Mantan Pemain Bola Yohanes Auri (kanan) mendatangai Rumah Duka Mantan pemain dan pelatih tim nasional sepak bola Indo

Sepakbola modern bertumpu pada hasil dan membiskan adanya proses. Waktulah yang jadi musuh dan menyingkirkan mereka yang jenius dan cerdas. Dan di Indonesia, pelatih, Sinyo Aliandoe yang kerap kali jadi musuh waktu.



             ========Aqwam Fiazmi Hanifan, Jakarta



TAK banyak pesepakbola dari Nusa Tenggara Timur yang mampu berbicara banyak di sepakbola nasional selain Sinyo Aliandoe



Sosok yang akrab disapa Om Sinyo ini sempat mendapat didikan langsung dari pelatih jenius asal Yugoslavia yang didatangkan presiden Soekarno yakni Toni Pogacnik di awal dekade 60-an.



Pada periode itulah pola taktik sepak bola modern mulai masuk secara massif. 



Dari mulai 4-2-4, formasi WM, cattenacio, slingerback dll. Berposisi sebagai gelandang bertahan otomatis membuat otaknya harus berfikir ekstra, ketimbang pemain lainnya. 



Sayang sebagai pemain karirnya terhenti pada akhir dekade 60-an. Patah kaki sebabnya.



Diapun meniti karir sebagai pelatih muda bersama Persija Jakarta tim yang membesarkannya sebagai pemain- bersama tim Macan Kemayoran, Sinyo mampu menyabet gelar juara dua musim beruntun 1973-1971, 1973-75 (kompetisi perserikatan zaman itu tak digelar setahun sekali). 



Banyak pemain hebat dia lahirkan dari Sofyan Hadi, Andi Lala, Risdianto, Iswadi Idris.



Saat meniti karir sebagai pelatih itu, Sinyo membawa sebuah taktik baru. Hal ini diceritakan Kadir Jusuf seorang football pundit kenamaan Indonesia dekade 80-an yang sering menulis kolom diberbagai media, termasuk Jawa Pos. 



Kala itu, pada tahun 1973, Sinyo Sinyo dikirim oleh F.H. Hutasoit, manajer Persija kala itu  untuk menuntut ilmu ke Manchester United, Inggris. 



"Sekembalinya ke tanah air, Sinyo mempopulerkan taktik offside dengan moving out secara block," ucap Kadir.



"Sebelum itu di Indonesia hanya mengenal offside sebagai jebakan tok, tanpa keluar secara serentak melalui satu unit, sekaligus melakukan pressing terhadap lawan," katanya lagi. Atas dasar inilah yang membuat Sinyo sering dilekatkan dengan bapak offside Indonesia. 



Di tangan Sinyo, jebakan offside dijadikan sebagai bagian dalam taktik penguasaan bola yang identik dengannya. 



Saat membawa Persija kembali jaya-jayanya, tim ibukota itu saat bertahan memang identik dengan pressing football. Skema ini dibawa saat dia menangani klub Galatama, Tunas Inti dan Jayakarta. (wan/JPG/Bersambung)

Editor: Andi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore