
Ilustrasi
JawaPos.com - Wajah Achmad Yari (39) langsung sumringah.
Ayah dari Achmad Zein Nuralif ini juga tidak henti-hentinya diusapkan ke wajahnya sebagai tanda syukur setelah Djoko Pekik Irianto Deputi IV Kemenpora Bidang Prestasi dan Olahraga.
Ia mengumumkan jadwal kepulangan anak-anak Indonesia yang membela Timnas Pelajar U-13 Indonesia di turnamen Pinas Cup, Manila Filipina 27-30 Oktober lalu itu.
"Orang tua mana yang tidak gembira saat mendengar anaknya yang berhari-hari tertahan di negeri orang, akhirnya bisa pulang ke Indonesia," kata Yari, Kamis (5/11).
"Apalagi, mereka sudah berjuang atas nama bangsa dan berhasil membawa pulang prestasi tinggi di negeri orang," lanjutnya.
Sejak akhir Oktober lalu, Yari dan beberapa orang tua pemain mengalami dua suasana yang bertolak belakang dalam waktu bersamaan.
Ya, perasaan senang setelah mendengar anak-anak mereka baru saja mengharumkan nama bangsa di kejuaraan Pinas Cup 2015, kejuaraan sepak bola untuk anak-anak U-13 di Manila, Filipina.
Namun, kabar bahagia tersebut tidak bertahan lama, karena harus ada kabar lain yang menyesakan dada menyusul, 12 dari total 16 pemain yang mengikuti even tertahan di Filipina akibat tiket kepulangan ke Indonesia hangus.
"Alasannya, rombongan terlambat datang ke bandara yang mengakibatkan tiket mereka hangus," jelas Yari.
Mereka yang tertinggal di Filipina tersebut, adalah Sandra Dwi Kusuma Dwi (21) sebagai asisten head delegate yang tidak lain pihak Indonesia Kampiun, Irpan Taufik (Manager), Aef Berlian (Asisten Pelatih). Sementara 12 pemain adalah, Ajes Demo Satria asal Riau, Diego Muhammad Iqbal (Jakarta), Dandi Maulana Hakim (Jakarta), Achmad Fathoni (Surabaya).
Kemudian ada Achmad Zein Nuralif (Surabaya), Amirudin Bagus Kahfi Alfikri (Magelang), Amirudin Bagas Kaffa Arrizqi (Magelang), M Sultonul Adam (Jakarta), Katon Aji Pangestu (Palembang), M Husyen Rahmatullah (Surabaya), dan M Fajar Firdaus (Palembang).
Mereka telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di Pinas Cup 2015.
Menurut Yari, hatinya seakan mau terbakar lantaran marah mendengar kabar gagal pulangnya skuad Indonesia itu. Apalagi, Gatut Harisuparjianto pemilik Kampiun Indonesia sebagai promotor anak-anak mereka ke Filipina meminta dana tambahan sebesar Rp 2,9 juta untuk biaya pemulangan pemain ke Indonesia tersebut.
Pengusaha kuliner di Surabaya itu mengatakan, permintaan Gatut tersebut aneh, dengan alasan, setiap tim yang membawa nama negara, sepatutnya semua biaya dan transportasi juga ditanggung oleh negara.
Karena terlihat janggal, Yari dan beberapa orang tua pemain tidak menyanggupi permintaan Gatut tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
