Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 November 2015 | 11.00 WIB

Timnas Pelajar U-13 Akhirnya Bisa Kembali ke Tanah Air

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Wajah Achmad Yari (39) langsung sumringah. 



Ayah dari Achmad Zein Nuralif ini juga tidak henti-hentinya diusapkan ke wajahnya sebagai tanda syukur setelah Djoko Pekik Irianto Deputi IV Kemenpora Bidang Prestasi dan Olahraga.



Ia mengumumkan jadwal kepulangan anak-anak Indonesia yang membela Timnas Pelajar U-13 Indonesia di turnamen Pinas Cup, Manila Filipina 27-30 Oktober lalu itu.



"Orang tua mana yang tidak gembira saat mendengar anaknya yang berhari-hari tertahan di negeri orang, akhirnya bisa pulang ke Indonesia," kata Yari, Kamis (5/11). 



"Apalagi, mereka sudah berjuang atas nama bangsa dan berhasil membawa pulang prestasi tinggi di negeri orang," lanjutnya. 



Sejak akhir Oktober lalu, Yari dan beberapa orang tua pemain mengalami dua suasana yang bertolak belakang dalam waktu bersamaan. 



Ya, perasaan senang setelah mendengar anak-anak mereka baru saja mengharumkan nama bangsa di kejuaraan Pinas Cup 2015, kejuaraan sepak bola untuk anak-anak U-13 di Manila, Filipina.



Namun, kabar bahagia tersebut tidak bertahan lama, karena harus ada kabar lain yang menyesakan dada menyusul, 12 dari total 16 pemain yang mengikuti even tertahan di Filipina akibat tiket kepulangan ke Indonesia hangus. 



"Alasannya, rombongan terlambat datang ke bandara yang mengakibatkan tiket mereka hangus," jelas Yari. 



Mereka yang tertinggal di Filipina tersebut, adalah Sandra Dwi Kusuma Dwi (21) sebagai asisten head delegate yang tidak lain pihak Indonesia Kampiun, Irpan Taufik (Manager), Aef Berlian (Asisten Pelatih). Sementara 12 pemain adalah, Ajes Demo Satria asal Riau, Diego Muhammad Iqbal (Jakarta), Dandi Maulana Hakim (Jakarta), Achmad Fathoni (Surabaya).



Kemudian ada Achmad Zein Nuralif (Surabaya), Amirudin Bagus Kahfi Alfikri (Magelang), Amirudin Bagas Kaffa Arrizqi (Magelang), M Sultonul Adam (Jakarta), Katon Aji Pangestu (Palembang), M Husyen Rahmatullah (Surabaya), dan M Fajar Firdaus (Palembang). 



Mereka telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di Pinas Cup 2015. 



Menurut Yari, hatinya seakan mau terbakar lantaran marah mendengar kabar gagal pulangnya skuad Indonesia itu. Apalagi, Gatut Harisuparjianto pemilik Kampiun Indonesia sebagai promotor anak-anak mereka ke Filipina meminta dana tambahan sebesar Rp 2,9 juta untuk biaya pemulangan pemain ke Indonesia tersebut. 



Pengusaha kuliner di Surabaya itu mengatakan, permintaan Gatut tersebut aneh, dengan alasan, setiap tim yang membawa nama negara, sepatutnya semua biaya dan transportasi juga ditanggung oleh negara. 



Karena terlihat janggal, Yari dan beberapa orang tua pemain tidak menyanggupi permintaan Gatut tersebut.

Editor: Andi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore