
Sporter Persija Jakarta
JawaPos.com - Tunggakan gaji dan ketidakjelasan kontrak kerja pelatih dan pemain menjadi masalah krusial yang dihadapi oleh sepak bola Indonesia saat ini.
Pihak klub, salah satunya Persija Jakarta, juga tidak bisa berbuat banyak untuk menanganinya. Tentu ini menjadi pertanyaan, siapa yang tidak profesional apakah klub, PSSI atau pemerintah?
"Saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Kalau kita berbicara mengenai klub, maka klub itu harus bukan hanya mempunyai nama saja. Tapi, mempunyai bentuk, aktivitas dan wujud," kata Pelatih Persija Rahmad Darmawan Kamis (1/10)
Memang saat pembicaraan terakhir coach Rahmad dengan Ketua Umum Persija Ferry Paulus telah mengusulkan untuk mengadakan suatu program. Hal ini dimaksudkan agar menciptakan peluang untuk mendatangkan pemasukan bagi tim Ismed Sofyan beserta jajarannya. Tapi, saran itu tampaknya sulit dilakukan karena klub tidak memiliki cukup finansial.
"Aktivitas sebuah klub ya tentu adanya aktivitas latihan kan begitu. Jadi ya paling tidak seharusnya pintar-pintarnya sebuah klub itu mencoba untuk melakukan aktivitas latihan dan uji coba," kata RD – sapaan Rahmad Darmawan.
Namun, kenyataannya manajemen juga masih kesulitan soal perizinan dari pihak kepolisian dalam menggelar turnamen lokal. Soalnya dalam waktu dekat ini agenda sepak bola tanah air juga berkaitan dengan situasi politik. Misalkan adanya jadwal pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember nanti.
"Kalau bicara masalah tidak profesionalnya sebuah klub, saya rasa itu juga bukan sebuah ukuran. Sulit buat saya ngomong dengan kondisi sekarang ini. Sangat sulit," keluh pria yang pernah berprofesi sebagai Komedian Opera Van Java.
Di satu sisi, klub baru bisa mendapatkan income dari para sponsorship karena Ferry Paulus tidak mempunyai usaha yang besar selain dari sponsor. Diketahui, sekarang ini tim oranye masih menjalin kerja sama dengan Net TV, Corsa, Columbia dan Mogu-Mogu walaupun tidak ada hak serta kewajiban.
Sedangkan sponsor mau memberikan uang mereka kalau ada aktivitas kompetisi.
Hal seperti itulah yang merepotkan manajemen dan tim untuk bergerak maju membangkit ekonomi klub yang sedang lesu-lesunya. Namun, bukan coach RD kalau pelatih 48 tahun itu tidak bisa memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Sebab, kejadian-kejadian ini masih bisa dirundingkan lagi oleh tim.
"Tapi, tetap mungkin bisa didiskusikanlah sama pemain untuk mereka tidak hanya berpikir mengenai uang masuk saja. Tapi menjaga kebugaran fisik juga bagian penting untuk kelangsungan profesi mereka," inovasi pesepak bola yang sudah makan asam garam selama 36 tahun.(agn/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
