
Ilustrasi
JawaPos.com - Persiapan klub peserta Piala Presiden 2015 sudah terlihat sejak pekan lalu. Namun, kepastian turnamen itu masih menunggu keputusan akhir rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Rencananya promotor event, Mahaka Sports & Entertainment akan kembali bertemu dengan BOPI siang ini (20/8).
"Kami akan menghadap lagi besok, tentu dengan membawa kelengkapan persyaratan BOPI minta," sebut CEO Mahaka Sports & Entertainment, Hasani Abdulgani di Kuningan, Jakarta, Rabu sore (19/8).
Bagi Mahaka rekomendasi BOPI adalah kunci dalam persiapan mereka menggelar turnamen Piala Presiden 2015. Apalagi, mereka sudah meninjau langsung kesiapan empat tuan rumah turnamrn yang akan kick off 30 Agustus nanti. Sejumlah berkas yang diminta BOPI seperti struktur badan turnamen tengah disusun Mahaka.
"Sampai saat ini nama-nama untuk mengisi posisi itu tengah kami siapkan," sebutnya. Hasani mengungkapkan bahwa pihaknya enggan dianggap promotor yang tidak kooperatif dalam berkoordinasi dengan BOPI. Wajar, dengan segala langkah yang mereka jalani, Mahaka tak enggan menggagalkan turnamen itu.
Selain itu, masalah dua klub yang dalam proses sengketa, Persebaya Surabaya dan Arema Cronus, promotor juga telah menyiapkan opsi. "Kami juga memperhatikan masalah dua klub itu, apalagi sebelumnya ada ancaman untuk menggagalkan turnamrn dari pihak yang berselisih dengan mereka," bebernya.
"Segala pertanyaan dan berkas yang diminta BOPI nanti sudah kami siapkan, semoga segera turun rekomendasi itu," lanjutnya.
Sebagai catatan Piala Presiden 2015 menjadi event yang akan mengakomodir 13 klub kasta tertinggi di Indonesia dan dua klub Divisi Utama yang akan digemar di empat kota tuan rumah.
Terkait persiapan klub, Mahaka membebaskan peserta untuk merekrut skuad terbaik mereka. Adapun beberapa klub yang ada terlihat masih sulit untuk mengumpulkan pemain mereka. Persija Jakarta misalnya, masalah finansial masih menjadi kendala mereka. Bahkan dalam latihan perdana Selasa (18/8) lalu, skuad asuhan Rahmad Darmawan hanya diikuti 9 pemain saja.
Untuk itu, Hasani enggan berkomentar lebih jauh. "Untuk teknis setiap klub kami tidak mau ikut campur. Tapi kalaupun mereka menurunkan pemain muda saja, ya biar masyarakat yang menilai," sebutnya.
Disisi lain, Noor Aman Ketua Umum BOPI menjelaskan bahwa langkah yang diambil Mahaka sudah cukup benar. Segala prosedur yang dijalani Mahaka itu dinilai Noor Aman sudah sesuai.
"Hanya saja dalam pertemuan besok (hari ini, Red) kami berharap mereka juga bisa menepati berkas yang kami minta sebelumnya," sebutnya.
Mengenai Arema dan Persebaya, mantan gubernur Akademi Militer, Magelang itu menjelaskan bahwa BOPI memberikan kewenangan buat Mahaka. "Biar Mahaka yang memutuskan apa Persebaya dan Arema tetap ikut atau tidak," lanjutnya. Sebagai catatan dua klub ini masih menjadi salah satu magnet utama di liga Indonesia."
Terlebih Arema yang terus mendapatkan dukungan penuh dari suporternya. Peluang tersebut rupanya tidak akan dilepaskan begitu saja oleh Mahaka untuk menjaga turnamen tetap kompetitif. (nap/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
