
Jonathan Christie. (28/7).
JawaPos.com – Persaingan internal tunggal putra Pelatnas PBSI Cipayung terbilang menarik.
Setelah Anthony Sinisuka Ginting juara Singapore Open (6–11 Juni) dan runner-up Indonesia Open (13–18 Juni), lalu Chico Aura Dwi Wardoyo menjadi jawara Taipei Open pada 25 Juni. Nah, kini giliran Jonatan Christie yang menunjukkan progresnya.
Pria yang akrab disapa Jojo tersebut berhasil menggenggam tiket ke semifinal Japan Open. Dia lolos setelah menaklukkan wakil Thailand Kunlavut Vitidsarn dua game langsung (21-16, 21-16) di Yoyogi National Gymnasium, Tokyo, Jepang.
Di turnamen tersebut, Ginting sudah gugur di babak 32 besar seusai kalah oleh Kanta Tsuneyama (13-21, 18-21). Lalu, Chico kandas di babak 16 besar setelah dijungkalkan Viktor Axelsen (19-21, 10-21).
Nah, kemenangan itu membuat Jojo bisa revans atas Kunlavut dan membuat rekor pertemuan kini kembali unggul 4-3. Di pertemuan terakhir, juara Asian Games itu takluk pada kejuaraan beregu Sudirman Cup (21-12, 12-21, 20-22).
’’Pastinya saya belajar dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, hari ini (kemarin) strategi yang disiapkan berjalan dengan lancar. Saya bermain lebih agresif dan lebih tenang,’’ katanya kemarin.
Bagi Jojo, absen di Korea Open ada plus minusnya. Positifnya, dia memiliki persiapan yang lebih lama. ’’Tenaga juga bisa difokuskan ke sini. Sedangkan minusnya, saya tidak dapat poin,’’ ucapnya.
Hari ini di babak semifinal, Jojo ditantang andalan India Lakshya Sen. Secara rekor, keduanya berimbang dengan 1-1. Namun, Jojo tak ingin terbebani untuk bisa menang dan melaju ke final.
’’Nikmati dulu pertandingan itu. Tidak perlu memikirkan sebelah ada siapa dulu. Yang penting berusaha yang terbaik dan sekarang mau cepat istirahat,’’ harapnya.
Pelatih tunggal putra Irwansyah tak menampik keseruan persaingan internal di tunggal putra. ’’Minta doanya agar Jonatan bisa menang dan semoga bisa juara di Japan Open,’’ ujarnya kepada Jawa Pos kemarin.
Irwansyah menyatakan, absennya Jojo di Korea Open merupakan salah satu strategi. Sebab, sejak awal, dia ingin memetakan para pemainnya untuk mengikuti suatu kejuaraan.
Nah, Japan Open yang merupakan level Super 750 wajib diikuti lantaran memiliki poin besar bagi atlet untuk race to Olympics. ’’Kami tidak mau mengikuti semuanya. Tapi, latihan kurang bagus dan hasil kurang maksimal,’’ tegasnya.
Performa ketiganya yang terus bergantian meraih hasil maksimal, menurut dia, sangat positif bagi Indonesia. Sebab, satu dengan yang lainnya memiliki motivasi lebih untuk bisa lolos ke Olimpiade 2024.
Apalagi, hanya ada dua nama di setiap nomor dari tiap negara yang bakal lolos. ’’Kalau tiga itu ranking di atas kan bagus. Istilahnya, pemain dari negara lain banyak yang sudah dikalahkan,’’ paparnya.
Di sisi lain, kejutan datang dari Gregoria Mariska Tunjung. Pebulu tangkis tunggal putri itu mengalahkan jagoan tuan rumah Akane Yamaguchi (21-11, 11-21, 21-18). Padahal, selama ini Akane selalu menjadi lawan sulit bagi Jorji dengan rekor 3-11.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
