
Muhammad Faathir
JawaPos.com – Mempunyai senior seorang lifter internasional memang susah-susah gampang bagi M. Faathir. Di kelasnya, 61 kg, dia bersaing dengan Eko Yuli Irawan yang sudah mengantongi medali perak Olimpiade. Tentu, dia bisa banyak belajar ketika berlatih dengan Eko. Namun, keberadaan Eko juga 'menghalanginya' untuk berkembang.
Itu sudah terjadi di SEA Games 2019. Ketika teman seangkatannya, Windy Cantika Aisah dan Rahmat Erwin Abdullah, bersinar meraih emas, dia bahkan tidak bisa ikut. Kuota setiap negara memang dibatasi satu lifter per kelas. Tentu, Eko yang diprioritaskan PB PABBSI. Sebab, SEA Games adalah salah satu event kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.
Nah, hal itu bisa terulang di SEA Games 2021. Eko sudah memastikan diri ingin terjun dalam dua multievent paling akbar di Asia Tenggara tersebut. Hal itu tentu menjadi tantangan bagi Faathir yang ingin terjun dalam event yang sama.
Tidak ingin kehilangan kesempatan lagi, Faathir ingin bersaing dalam proses seleksi nanti.
’’Untuk SEA Games itu masih mencari tiket lolosnya juga. Bukan mau nggak mau lagi. Ya memang harus bersaing dengan Mas Eko,’’ tegas Faathir ketika dihubungi kemarin. ’’Optimistis saja. Menang kalah itu urusan belakangan,’’ tambah rising star muda, pemegang dua rekor dunia remaja tersebut.
PON XX di Papua diperkirakan menjadi salah satu arena persaingan untuk menentukan siapa yang masuk skuad SEA Games 2021. Faathir akan turun membela Kaltim. Sementara itu, Eko masuk kontingen Jatim.
Dari segi pengalaman dan angkatan, Faathir jelas masih kalah jauh. Angkatan terbaiknya adalah 273 kg. Perinciannya, snatch 119 kg serta clean and jerk 154 kg. Hasil itu diraih saat Asian Junior Championship 2020. Bandingkan dengan Eko yang angkatan totalnya sudah stabil di atas 310 kg.
’’Dari segi latihan memang harus lebih ditingkatkan lagi. Lalu, target emas PON. Itu akan jadi PON pertama saya. Dari situ siapa tahu berpeluang bisa ikut SEA Games juga,’’ papar lifter yang 23 Mei lalu genap berusia 17 tahun itu.
Di sisi lain, manajer Alamsyah Wijaya mengatakan, dalam seleksi SEA Games tidak semata dilihat dari menang dan kalah dalam proses seleksi. Ada beberapa pertimbangan yang diambil. Juga, dilihat dari kuota yang diberikan tiap negara.
’’Misalnya, dalam SEA Games 2021 di Vietnam nanti kami dapat kuota lifter putra tujuh orang. Itu kami lihat pembagian lifternya nanti dalam kelas berapa saja yang diikuti,’’ jelas Alamsyah.
Alamsyah menjelaskan, andai dalam kelas 61 kg itu emas sudah pasti di tangan Eko dan kuota kelas lain sudah terpenuhi, Faathir jelas tidak bisa ikut. Namun, itu bisa saja berubah jika masih ada sisa kuota.
’’Kalau untuk memenuhi kuota lifter itu, misalnya Faathir bisa masuk, bisa meraih perak atau malah mengalahkan Eko, kenapa tidak. Bisa saja begitu,’’ kata Alamsyah. ’’Jadi, lihat nanti pertimbangannya seperti apa,’’ tuturnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
