Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Mei 2024 | 19.12 WIB

Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional, Sejarah Hubungan Dua Hari Besar Tersebut

LONG MARCH: Buruh dari berbagai elemen di Jabodetabek melakukan aksi saat peringatan Hari Buruh Internasional di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, kemarin (1/5).

 
JawaPos.com - Hari Buruh Internasional dan hari Pendidikan Nasional yang diperingati bersebelahan pada tanggal 1 dan 2 Mei merupakan sebuah serendipity, kebetulan yang indah.
 
Hal ini tidak bisa dilepaskan karena Taman Siswa terlahir dalam pergulatan gerakan buruh.
 
Mengutip penjelasan dari akun Instagram @ken8.wiki, Taman Siswa didirikan untuk menghadirkan kesetaraan. Kala itu tak ada akses pendidikan untuk pribumi jelata. Sekolah hanya terselenggara guna mendukung proyek-proyek kolonial; menjadi pegawai negara maupun bekerja di pabrik-pabrik serta perkebunan.
 
 
Tanpa kesadaran akan kesetaraan, pendidikan hanya akan melanggengkan relasi eksploitatif; ditindas atau menindas.
 
Soewardi Soerjaningrat atau yang dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara, mendirikan Taman Siswa setelah 3 tahun melibatkan diri pada gerakan buruh. 
 
Pada tahun 1919, Ki Hajar kembali ke Jawa setelah menjalani hukuman 6 tahun pembungan ke Belanda atas artikel satirnya yang berjudul 'Als Ik Eens Nederlander Was' yang memiliki arti 'andai aku orang Belanda'. 
 
 
Ia pulang ke Jawa ketika di sana sedang terjadi pemogokan buruh yang diorganisir oleh Soerjopranoto. Wilayah Vorstelanden yang kala itu terlelap patuh kepada para sultan, mendadak bergemuruh oleh rapat umum, pemogokan, long march, dan berbagai propaganda yang terjadi di masa 1915 hingga 1921. 
 
Pada May Day 1920, perayaan di Hindia Belanda ini dilakukan dalam suasana pemogokan massal dan disemangati oleh nyanyian mars 'L'Internationale'. Lagu tersebut diubah oleh Ki Hajar ke dalam bahasa Melayu. 
 
Dua tahun berikutnya, tepat pada 3 Juli 1922, Soewardi mendirikan Taman Siswa dan mengubah namanya jadi Ki Hajar Dewantara. Adapun tanggal lahir dari Ki Hajar Dewantara ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional berkat sumbangsihnya di bidang pendidikan pada masa kolonial. 
 
Baca Juga: Hari Buruh Internasional! Intip 6 Tradisi saat May Day dari Berbagai Negara di Dunia

Peraturan Besar Persatuan Taman Siswa menyebut organisasi Taman Siswa bersendi kekeluargaan yang merupakan perpaduan dasar demokrasi dan pimpinan kebijaksanaan. Pendidikan dalam keluarga dilakukan dengan keteladanan.

Kebijaksanaan yang dijadikan pimpinan arah bergerak berupa cita-cita akan hidup bermartabat, bahwa pendidikan adalah taman persemaian benih-benih kebudayaan. Sekolah adalah bentuk awal masyarakat. Untuk menghadirkan masyarakat yang demokratis, perlu dimulai dengan menghadirkan sekolah yang demokratis.

Kekeluargaan ala Taman Siswa ini diadopsi oleh Panitia Ekonomi dan Keuangan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan) dalam menyusun paduan sistem perekonomian guna menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Panitia ini diketuai oleh Mohammad Hatta dan meredaksikannya menjadi “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”.
 
Baca Juga: Peringatan Hari Buruh di Patung Kuda, 3.454 Personel Gabungan Dikerahkan Besok!

Tim perumus dasar negara dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadopsi model pimpinan kebijaksanaan sebagai “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” dalam sebuah sila dasar negara.

Sayangnya semangat kekeluargaan di konstitusi ini dihilangkan dalam amandemen keempat tahun 2002. Beriringan dengan masa ini dimulai sebuah babak baru pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia yakni liberalisasi pendidikan; melemparkan tanggung jawab pendidikan ke mekanisme pasar. 
 
Dampaknya kini bisa dilihat, seperti halnya pendidikan era kolonial yang dikritik oleh Taman Siswa; pendidikan yang hanya mencetak sekrup-sekrup pengencang kapitalisme.
 
Baca Juga: Hari Buruh Mayday, Polrestabes Surabaya Siagakan Puluhan Ribu Personel

Gerakan pendidikan berkesadaran kelas, gerakan perburuhan dan gerakan kooperasi adalah sumbu mutlak kesejahteraan dan keadilan sosial.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore