
Tugu Nol Kilometer di Alun-Alun Kota Blitar./(MILA INKA DEWI/RADAR BLITAR)
JawaPos.com - Blitar, sebuah kota kecil di Jawa Timur yang menyimpan banyak cerita sejarah yang unik sekaligus mendebarkan di zaman kolonial Belanda.
Memiliki luas 1,336,48 km2 dengan populasi penduduk sebanyak 126.600,39 jiwa, Kota Blitar mendapat julukan ‘Kota Proklamator’ karena menjadi tempat disemayamkannya Sang Proklamator Presiden Pertama Indonesia, Ir.Soekarno.
Tak hanya kental akan jejak perjuangan para pahlawan, Kota Blitar juga menyediakan banyak tempat pariwisata yang mengandung nilai sejarah.
Salah satunya adalah wisata Alun-Alun Kota Blitar yang menjadi satu dari sekian banyaknya saksi bisu perjalanan masa lalu Kabupaten Blitar.
Dikutip Radar Tulungagung oleh Jawapos, dahulu pusat pemerintahan Kabupaten Blitar berada di daerah pinggir Sungai Pakunden.
Namun, kemudian pusat pemerintahan itu dipindahkan oleh Bupati Blitar pertama, Mr. Aryo Ronggo Hadinegoro karena dampak letusan Gunung Kelud.
Tak luput pula, Alun-Alun Kota Blitar juga turut menjadi korban erupsi Gunung Kelud pada masa kolonial Belanda.
Diketahui, pada masa itulah Alun-Alun Kota Blitar menjadi tempat diselenggarakannya ritual rampogan macan.
Rampogan macan adalah sebuah ritual yang menampilkan perkelahian antara manusia dengan macan atau harimau.
Alun-Alun Blitar menjadi arena bagi pertarungan antara hewan buas dengan manusia tersebut secara turun temurun.
Konon karena ritual itulah, populasi harimau Jawa jadi sangat menurun drastis dan hampir punah.
Bahkan pernah, pada tahun 1887, sebanyak 8 ekor harimau sekaligus dibantai dalam satu waktu untuk memeriahkan pernikahan putra Bupati Blitar, RM Djojosoeparto.
Begitulah, Rampogan Macan lebih dipandang sebagai sarana rekreasi oleh warga Blitar zaman dahulu.
Namun selang beberapa waktu, yakni pada tahun 1910, Pemerintah Hindia-Belanda akhirnya mengeluarkan Undang-Undang Perlindungan bagi hewan mamalia dan burung liar.
Sejak saat itu, ritual Rampogan Macan pun sudah tak pernah lagi dilakukan oleh warga Kota Blitar.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
