
Anggota MPR Fraksi PKB, Syaiful Huda
JawaPos.com – Langkah para pemain yang tergabung dalam Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengizinkan kembali kompetisi sepak bola di tanah air mendapat dukungan banyak kalangan. Pembukaan kompetisi selain menyelamatkan sumber penghasilan puluhan ribu pesepak bola juga akan menjadi hiburan bagi masyarakat di tengah masa pandemi.
“Kami mendukung langkah pemain yang mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo agar kompetisi sepak bola bisa digelar kembali. Kami juga mendukung langkah PSSI dan Kemenpora yang terus berusaha menyiapkan pranata agar kompetisi bisa digelar dengan aman terutama dari sisi kesehatan,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Kamis (29/7).
Huda mengatakan tuntutan para pesepak bola profesional Indonesia agar kompetisi segera digelar merupakan hal wajar. Mereka sudah 16 bulan menganggur karena pemerintah menghentikan kompetisi. Banyak di antara mereka yang harus beralih profesi karena kehilangan mata pencaharian.
“Ada pemain sepak bola profesional yang akhirnya harus jadi Satpam, menjadi pedagang kaki lima, hingga menjadi ojek online. Situasi ini sungguh memprihatinkan karena mereka juga luput dari bantuan pemerintah karena selama ini dipandang mempunyai penghasilan layak,” katanya.
Huda menambahkan saat ini mayoritas pemain profesional di Indonesia telah mendapatkan vaksin. Mereka juga sudah berulang kali melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan jika menjalani kompetisi. Bahkan di sejumlah klub telah dibentuk Satgas Covid-19 yang mengawasi kehidupan sehari-hari pemain agar aman dari ancaman virus saat berlatih dan beristirahat di mess pemain.
“Kami yakin dari sisi pemain relatif aman dari dampak buruk Covid-19. Selain itu klub juga sudah diberikan panduan bagaimana harus menerapak protokol Kesehatan di lingkungan stadion maupun mess pemain,” katanya.
Politikus PKB ini mengaku banyak mendapatkan keluhan dari pemain maupun pengurus klub terkait ketidakjelaskan pelaksanaan kompetisi sepak bola di tanah air. Padahal mayoritas klub sudah melakukan kontrak dengan pemain maupun pelatih untuk persiapan Kompetisi Liga tahun 2021.
“Kami menerima masukan jika klub saat ini telah banyak mengeluarkan biaya untuk kontrak dan gaji pemain serta pelatih. Mereka juga harus membiayai latihan internal persiapan kompetisi 2021. Mereka khawatir pengeluaran itu akan sia-sia jika kompetisi dibatalkan lagi,” katanya.
Huda meminta kepada Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) untuk benar-benar berjuang meyakinkan stake holder terkait jika kompetisi sepak bola aman digelar. Menurutnya PSSI juga harus menyiapkan skenario jika pemerintah tetap melarang pelaksanaan kompetisi di zona merah, oranye, dan kuning.
“PSSI misalnya bisa mengubah format kompetisi sehingga pelaksanaannya lebih singkat maupun mempusatkan pelaksanaan kompetisi di wilayah zona hijau yang aman. Sehingga satu sisi kompetisi tetap berjalan, di sisi lain meminimalkan potensi terbentuknya klaster baru penularan Covid-19 karena sepak bola,” pungkas Huda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022