
Indonesia
JawaPos.com-Menghadapi Singapura di babak semifinal Piala AFF cukup menguntungkan bagi Indonesia. Setidaknya, itu dilihat dari statistik selama fase grup.
Skuad Garuda cukup dominan. Selain tidak pernah kalah, Evan Dimas dkk produktif dengan mencetak 13 gol dan kemasukan 4 gol. Bandingkan dengan Singapura yang sekali menelan kekalahan dan hanya mencetak 7 gol serta kebobolan 3 gol.
Namun, di babak semifinal, apa pun bisa terjadi. Karena itu, pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) tak ingin terpaku dengan statistik kedua tim. Menurut dia, menghadapi Singapura tetap membutuhkan konsentrasi lebih para pemainnya.
Ada beberapa catatan yang diperhatikan STY. Salah satunya perihal pemulihan kondisi pemain. Tidak banyak waktu bagi Indonesia untuk mengembalikan kebugaran pemain setelah kali terakhir bermain pada 19 Desember.
Bandingkan dengan Singapura yang main melawan Thailand pada 18 Desember. Sementara itu, dua leg semifinal sudah harus dimainkan pada 22 dan 25 Desember.
’’Yang pertama dan utama adalah terpenting buat kami agar pemain bisa menjalani pemulihan seusai menjalani pertandingan sulit,’’ beber juru taktik asal Korea Selatan itu.
Selain kondisi fisik, STY sudah menganalisis apa saja kekuatan dan kelemahan The Lions –julukan Singapura. Sejak awal hingga laga terakhir saat takluk dari Thailand.
Berbeda degan Indonesia yang kerap berganti skema dan starting eleven pemain, Singapura relatif tidak begitu banyak mengubah gaya main.
Salah seorang pemain Singapura yang pasti absen adalah bek kiri Shakir Hamzah yang mengalami cedera. Hamzah bahkan dipastikan tidak bisa bermain lagi di sisa Piala AFF. ’’Kami akan (membuat strategi, Red) berdasar dari hasil analisis,’’ paparnya.
Faktor mental dan nonteknis juga bakal diwaspadai. Sebab, dua laga semifinal bakal berlangsung di Stadion Nasional Singapura. Selain itu, Singapura diketahui memiliki mental juara yang cukup mumpuni degan sudah menjuarai Piala AFF sebanyak empat kali. Bandingkan degan Indonesia yang belum sekali pun merebut gelar juara dan hanya lima kali menjadi runner-up.
Untuk diketahui, laga semifinal dan final Piala AFF digelar dengan format dua leg tanpa ada aturan gol tandang. Hal itu dilakukan lantaran Piala AFF kali ini diselenggarakan terpusat di Singapura.
Jika dalam dua laga normal tidak ada lawan yang lebih unggul secara gol, pertandingan dilanjutkan ke extratime yang dimainkan dua babak masing-masing 15 menit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
