
Cristian Gonzales tak masuk radar Persiba Balikpapan meski diinginkan suporternya.
JawaPos.com - Sinar Cristian Gonzales memang masih belum meredup. Striker naturalisasi ini tengah diharapkan suporter Persiba Balikpapan. Namun, pelatih tim Beruang Madu justru punya alasan untuk tidak mendatangkan eks striker PSS Sleman itu.
Pelatih Persiba Balikpapa Salahudin mengaku stok striker di skuadnya saat ini sudah mencukupi. Hal ini sekaligus menjawab keinginan suporter agar tim Beruang Madu mendatangkan Cristian Gonzales.
Ketimbang mendatangkan El Loco, Salahudin lebih memilih untuk memaksimalkan striker yang ada saat ini. Yakni Beny Ashar, Ismail Haris, dan Aji Kusuma.
Selain itu, mantan pelatih Madura FC ini perlu striker dengan tipikal pekerja keras dan ngotot. Lantaran ia ingin mempraktikkan permainan dengan intensitas tinggi. “Saya rasa dengan usianya yang sudah tidak muda lagi (43 tahun), Gonzales kurang sesuai dengan filosofi permainan saya,” terang Salahudin, Senin (18/2).
Keinginan suporter muncul setelah Persiba melakoni laga uji coba melawan Mitra Teras, Minggu (17/2). Pada laga yang berakhir 2-0 bagi Persiba itu, lini depan yang diisi oleh Beny Ashar dan Ismail Haris memang belum mampu menjebol gawang lawan. Sementara Aji Kusuma urung dimainkan lantaran kondisinya lagi demam.
Salahudin langsung pasang badan saat kinerja pemainnya dikritisi. Menurut dia, baik Beny maupun Ismail Haris sudah cukup maksimal pada laga uji coba kemarin. Memang, Salahudin tak membantah kalau penyelesaian akhir jadi problem utama lini depan.
“Kami baru berlatih sepekan, sejumlah pemain juga baru bergabung. Jadi terlalu dini, jika memberikan penilaian hanya dari satu pertandingan kemarin,” jelas Salahudin.
Dia mencoba maklum jika suporter ingin striker yang ada lebih tajam dalam menciptakan gol. Namun, pelatih 40 tahun ini tak mempersoalkan gol itu datang dari mana.
“Artinya, striker memang punya tugas utama mencetak gol. Tapi dalam sepak bola modern, saya menuntut semua pemain bisa memaksimalkan peluang,” jelas Salahudin.
Dia mengambil contoh saat masih menangani Madura FC dan Barito Putera. Salahudin menerangkan, dari dua klub yang pernah ditanganinya itu, gelar top skor justru jadi milik pemain tengah, bukan striker.
“Di Madura FC, striker kami hanya bikin tujuh gol, sebagian besar justru gelandang. Tapi, kami menembus delapan besar,” tandas pelatih kelahiran Palembang ini.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
