
Satgas Antimafia Bola masih harus bertugas mengawasi perjalanan sepak bola Indonesia.
JawaPos.com - Kerja Satgas Antimafia Bola bukan tanpa batasan waktu. Kapolri Jenderal Tito Karnavia memberi tenggat bagi satgas untuk menyelesaikan kasus pengaturan skor dalam tempo enam bulan. Setelah itu akan ada dua opsi yang bisa diterima satgas.
Kerja Satgas Antimafia Bola memang sudah terlihat jelas dan cukup positif. Sejumlah sosok penting sudah dijadikan tersangka dan sebagian segera menjalani pengadilan. Namun, masih banyak kasus yang perlu ditangani satgas dalam sepak bola Indonesia. Belum lagi upaya untuk menjaga agar tidak terulang di masa datang.
Saat ini, memang sudah 15 tersangka yang ditetapkan, tapi pekerjaan rumah Satgas Antimafia Bola masih banyak. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, bahwa ada beberapa kemungkinan untuk pekerjaan rumah yang belum selesai itu.
Yang pertama, apabila masa kerja satgas tidak diperpanjang, maka kasus-kasus tersebut nantinya akan ditangani oleh Bareskrim dan Polda Metro Jaya. ’’Yang pasti kasus tersebut terus ditangani,’’ ujarnya.
Kemungkinan yang kedua adalah masa kerja satgas diperpanjang. Dedi menerangkan, sejak awal Polri memiliki komitmen membersihkan dunia sepak bola tanah air dari praktik pengaturan skor. Karena itu, apabila masih ada mafia semacam itu, Polri akan terus memberantasnya.
”Sampai bersih ke akar-akarnya. Agar prestasi sepak bola meningkat,” jelasnya.
Yang menjadi fokus dari Polri tidak hanya menangani kasus yang sudah terjadi, melainkan juga turut mengawasi pertandingan di Indonesia. Jangan sampai mafia bola kembali beraksi setelah satgas selesai bertugas. ”Kami akan kerjasama dengan PSSI agar bisa mengawasi bersama,” tuturnya.
Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali menjelaskan, masa kerja satgas seharusnya diperpanjang. Bahkan, lebih baik dipatenkan. Dia melihat dengan adanya satgas, sepak bola Indonesia perlahan menuju sebuah titik bersih yang sudah lama tidak ada.
’’Kalau bisa juga nanti satgas ini tidak bekerja di sepak bola saja, melainkan seluruh cabang olahraga,’’ tuturnya.
Apabila sulit, Polri bisa mengusulkan agar ada pembentukan badan independen yang menangani secara khusus pengaturan skor di olahraga. Badan ini nantinya akan melakukan pemberantasan. ’’Tentu dengan back-up kepolisian. Ini sebuah mata air bagi olahraga Indonesia. Mafia-mafia itu pasti tidak akan berani lagi mengganggu lagi,’’ jelasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
