
Cuneo meluluhlantakkan Pro Piazenca dengan 20 gol tanpa balas.
JawaPos.com - Jika Anda pernah merasakan kekalahan terburuk, boleh jadi hal itu belum ada apa-apanya dengan yang didapat klub Italia ini. Dipaksa menjalani pertandingan untuk hindari diskualifikasi dari kompetisi, Pro Piazenca akhirnya pasrah terima kekalahan tragis, 0-20.
Pertandingan yang sangat tidak berimbang ini terjadi saat Pro Piacenza bertandang ke Cuneo dalam lanjutan kompetisi Serie C Italia, Minggu (17/2). Tuan rumah berkekuatan lengkap, sementara tim tamu datang dengan 7 pemain saja. Itu pun semuanya pemain muda yang berusia belasan tahun.
Tim tamu harus memainkan laga ini karena sudah tidak bertanding dalam empat laga sebelumnya dan mendapat hukuman WO. Jika mereka kembali tak bertanding, maka ancaman diskualifikasi dan diturunkan ke kasta lebih rendah sudah ada di depan mata.
Seperti dilaporkan Reuters, di babak pertama gawang Pro Piazenca sudah dibobol 16 kali oleh Cuneo. Hicham Kanis mencetak double hattrick dan Edoardo Defendi menyumbang 5 gol bagi tuan rumah.
Sebenarnya, Pro Piazenca datang dengan 7 pemain muda. Namun satu pemain lupa membawa identitas. Alhasil, fisioterapis berumur 39 tahun pun harus turun ke lapangan agar jumlah minimal 7 pemain bisa terpenuhi. Di lapangan, pelatih fisik ini menggunakan jersey dengan nama yang ditutup.
Di tengah pertandingan, pemain tersebut akhirnya bisa menunjukkan identitasnya kepada match commisioner. Namun, tetap saja Pro Piacenza bermain dengan 7 orang karena sang fisioterapis harus keluar akibat mengalami cedera.
Musim ini memang berat bagi Pro Piazenca. Dibelit masalah finansial akut, para pemain utama dan pelatih menolak bertanding karena gaji mereka tak kunjung dibayar. Inilah yang memaksa Pro Piazenca bertandang ke Cuneo dengan diperkuat pemain minimalis.
Di sisi lain, pihak Cuneo pun tak 'menyukai' hasil yang mereka dapat di lapangan. Karena, hal tersebut bukanlah yang mereka inginkan dalam sebuah pertandingan yang fair.
"Sebagai kapten, sebelum laga saya berbicara kepada para pemain (Cuneo) agar tidak menghina pemain lawan. Tapi mereka (Pro Piazenca) memaksa kami harus melakukan pertandingan dengan kondisi seperti ini. Sejujurnya, setelah 30 menit saya sudah tak merasakan bagian dari pertandingan. Ini sebuah pembantaian," sebut kapten Cunoe, Fabiano Santacroce.
Hasil ini membuat Cuneo langsung menggandakan koleksi gol mereka. Hingga 24 pertandingan, Cuneo sebenarnya baru mencetak 18 gol. Namun pada pekan ke-25 ini, koleksi gol Cuneo meningkat drastis menjadi 38.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
