Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 November 2020 | 00.35 WIB

Komunikasi PSSI dan PT LIB Sangat Jelek, Kata Manajer Persebaya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com − Liga 1 baru bergulir tahun depan. Tapi, belum ada kejelasan soal format kompetisi. Termasuk soal nasib pemain di klub yang mayoritas kontraknya habis Desember mendatang.

Kondisi itu membuat manajemen Persebaya Surabaya gerah. Apalagi, mereka jadi salah satu tim yang kontrak pemain, pelatih, dan ofisialnya akan habis akhir tahun ini. Sejatinya, manajemen ingin segera melakukan pembicaraan kontrak. Tapi, niat itu diurungkan karena belum ada jaminan dari PSSI soal bagaimana hak dan kewajiban klub kepada pemain.

Karena itu, begitu kompetisi ditunda tahun depan, manajemen Persebaya kemudian mengirimkan surat kepada PSSI. ’’Dari awal kami sudah mendesak PSSI dan PT Liga (Indonesia Baru) untuk segera memberi kepastian,’’ kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi.

Kepastian yang dimaksud adalah soal nasib kontrak pemain yang habis akhir tahun ini. Termasuk agar tahun depan fokus ke kompetisi baru 2021.


Menurut dia, kepastian itu penting sebagai acuan klub untuk melangkah ke depan. ’’Agar klub tahu gambaran musim depan seperti apa. Harus segera diputuskan, setelah itu kami baru bisa membuat perencanaan,’’ imbuh pria asli Bojonegoro tersebut. Lalu, bagaimana tanggapan dari pihak federasi? ’’Masih belum direspons,’’ ucap Candra.

Hal itulah yang membuat Candra kecewa. Sebab, nasib seluruh klub Liga 1 seperti digantung. Padahal, selama kompetisi ditunda, beban pengeluaran klub terus berjalan. ’’Komunikasi sangat jelek. Masukan dan pertanyaan kepada PSSI tidak pernah direspons. Kalaupun ada komunikasi secara lisan, hasilnya tidak memuaskan,’’ sembur pengganti Chairul Basalamah tersebut.

Padahal, Candra yakin bukan hanya Persebaya yang butuh kepastian. ’’Klub lain pasti mengalami ketidakpastian ini,’’ terangnya. Selama tidak ada kejelasan, manajemen Persebaya memilih meliburkan semua aktivitas tim. ’’Jangan sampai seperti sebelumnya, kami sudah berlatih selama dua bulan, tapi ternyata kompetisi ditunda,’’ imbuhnya.

Gelandang Rendi Irwan juga tidak mau pusing memikirkan kompetisi yang tidak pasti. Selama libur, dia memilih lebih mendekatkan diri dengan istri dan ketiga anaknya. Soal kepastian kompetisi, dia tidak mau berpikir terlalu jauh.

’’Saya serahkan semua ke manajemen dan federasi seperti apa. Sebagai pemain, saya tinggal ikuti instruksi saja. Kapan main, kapan latihan,’’ jelas pemain 33 tahun tersebut.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore