Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Januari 2021 | 21.45 WIB

Situasi Mbulet, Manajemen Persebaya Minta Pemain dan Pelatih Bersabar

OR_Selebrasi Makan Konate usai membobol gawang Madura United pada Laga Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora Bangkalan, kemarin. Allex Qomarulla/Jawa Pos - Image

OR_Selebrasi Makan Konate usai membobol gawang Madura United pada Laga Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora Bangkalan, kemarin. Allex Qomarulla/Jawa Pos

JawaPos.com − Manajemen Persebaya Surabaya memilih pasif. Tidak menawarkan kontrak baru meski masa kontrak pemain dan pelatih kedaluwarsa pada 31 Desember 2020 lalu.

Meski begitu, bukan berarti manajemen langsung memutus kontak. Mereka tetap melakukan komunikasi dengan pemain dan pelatih. Termasuk soal kemungkinan pembaruan kontrak.

’’Saat ini kami hanya bisa mengimbau bagi pemain dan pelatih untuk sabar dulu. Kita lihat perkembangan ke depan seperti apa,’’ kata Sekretaris Tim Ram Surahman kepada Jawa Pos.

Baca Juga: Bukan Bagian Tim, Bebas Pergi Ke Mana Saja, Tetap Ingin di Persebaya

Lantas, sampai kapan pemain dan pelatih harus bersabar? Ram menjelaskan, semua bergantung kepastian yang diberikan PSSI. Masalahnya, sampai saat ini, pihak federasi masih ’’mbulet’’.

’’Kondisi seperti ini yang membuat klub-klub akhirnya kesulitan membuat keputusan,’’ tambah pria asal Benjeng, Gresik, tersebut.

Karena itu, Ram ingin pihak federasi segera mengambil keputusan. Kalau misal kompetisi 2020 dilanjutkan, kickoff harus segera ditentukan. Namun, Ram berharap kompetisi musim 2020 dihentikan saja.

’’Langsung diputusi saja, misal Maret kompetisi musim 2021 sudah bisa dimulai. Nggak masalah semua mulai dari nol. Dengan begitu, klub bisa langsung melakukan persiapan,’’ ungkap Ram.

Dia menyebut, kompetisi 2020 tidak ideal untuk dilanjutkan. Apalagi, penundaan yang berlarut membuat kondisi klub dan pemain kian tidak pasti. ’’Kalau seperti ini nanggung. Klub sampai sekarang ini bingung mau melangkah seperti apa,’’ terang Ram.

Akibat ketidakpastian itu, Green Force, julukan Persebaya, sudah ditinggal tiga pemain asingnya. Mereka adalah David da Silva, Makan Konate, dan Mahmoud Eid. Sejatinya, pemain lokal bisa saja hengkang.

Sebab, secara legal, mereka sudah tidak punya hubungan kerja dengan Persebaya. Tapi, tidak semudah itu pemain lokal bisa langsung pergi. Sebab, secara tidak langsung, mereka masih terikat dengan klub. Itu karena PSSI berencana melanjutkan kompetisi musim 2020.

Kondisi itu pula yang membuat manajemen bingung. ’’Kalau kami mau membebaskan pemain pergi, apakah diizinkan oleh regulasi? Terus, klub harus bagaimana?’’ ucap pria yang pernah menjabat media officer Persebaya itu. Toh, sampai saat ini, kompetisi belum dimulai. Jendela transfer pemain juga belum dibuka.

Praktis, kemungkinan pemain untuk pindah klub cukup kecil. Hanya, tetap ada kans pindah kalau pemain direkrut tim luar negeri. Salah satu pemain yang mungkin hengkang adalah Aryn Williams.

Gelandang asal Australia itu sudah diincar beberapa klub luar negeri. ’’Untuk masalah pemain (yang ingin pindah klub), kami belum bisa berkomentar lebih jauh,’’ pungkas Ram.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore