Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 April 2019 | 22.46 WIB

Stamina Pemain Berpotensi Terkuras, Arema FC Fokus Jaga Mental dan Akal

Arema FC bakal melakoni laga derbi pada Final Piala Presiden 2019 dan berhadapan dengan Persebaya Surabaya. (Jawa Pos Photo) - Image

Arema FC bakal melakoni laga derbi pada Final Piala Presiden 2019 dan berhadapan dengan Persebaya Surabaya. (Jawa Pos Photo)

JawaPos.com - Arema FC memang berpeluang melangkah hingga ke final Piala Presiden 2019. Kemenangan 3-0 atas Kalteng Putra di leg pertama semifinal, telah membuat langkah Arema ke final jadi lebih ringan. Namun, ada satu kendala yang bakal mereka hadapi andai lolos ke partai puncak.

Arema FC tak bisa santai setelah melakoni laga leg pertama lawan Kalteng Putra, Selasa (2/4). Pagi tadi, Hamka Hamzah dan kawan-kawan langsung bertolak menuju Banjarmasin untuk menyongsong leg kedua semifinal Piala Presiden 2019.

Seperti diketahui, leg kedua bakal digelar lusa (5/4). Markas Barito Putera, Stadion 17 Mei Banjarmasin, jadi homebase sementara Kalteng Putra di Piala Presiden, seiring direnovasinya Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya.

Laga ini bakal menjadi penentu lolos atau tidaknya Arema FC ke babak final. Bila lolos ke final, Arema harus siap menghadapi jadwal ketat.

Sebab, final Piala Presiden menggunakan format home and away. Jadwalnya sudah ditentukan. Leg pertama pada 9 April dan leg kedua 12 April. Artinya dalam 11 hari, sejak semifinal, Singo Edan bakal melakoni empat laga. Rata-rata bertanding tiap tiga hari sekali.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo mengakui bahwa jadwal ketat bakal menjadi tantangan besar buat timnya. Dari pengalamannya selama ini, faktor fisik memang penting. Tapi lebih penting adalah mental pemain.

”Kalau dari sisi teknis pelatih yang tahu. Namun selama saya pegang Arema, yang penting saat ini adalah psikologi. Harus mengontrol hati dan akal para pemain,” kata Ruddy.”Fisik mungkin lelah, tapi kalau punya semangat, mereka bisa bermain bagus. Sebab, (tubuh) ini yang memerintah kan hati dan akal.”

Karena itulah, manajamen Arema tetap memberikan libur kepada pemain di sela-sela jadwal yang padat. Di antaranya, libur yang diberikan Minggu (31/3). Meski dua hari kemudian, Arema FC harus melakoni leg pertama. ”Tujuannya agar mereka kembali ke keluarga. Biar recharge hati dan akal,” kata dia.

Kebijakan sama juga akan diterapkan dalam beberapa hari ke depan. ”Setelah leg pertama, paginya (hari ini) berangkat ke Banjarmasin. Pemain bisa langsung istirahat begitu sampai di Banjarmasin. Besoknya (4/4) baru latihan,” ujar dia.

Selain itu, Ruddy memberi saran kepada pelatih untuk menerapkan rotasi. ”Sehingga di setiap pertandingan bisa maksimal,” pungkasnya.

Editor: Agus Dwi W
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore