
Komjen Pol Mochamad Iriawan dalam kunjungan ke redaksi Jawa Pos Surabaya (12/7). Dite Surendra/Jawa Pos
JawaPos.com – Desakan banyak kalangan, termasuk jajaran Asprov PSSI, kepada Badan Yudisial PSSI untuk segera menyelesaikan dugaan kasus jual beli jabatan manajer timnas Indonesia U-19 tampaknya sulit terwujud.
Buktinya, sampai saat ini, badan yudisial belum melengkapi semua kebutuhan untuk investigasi. Bahkan, pemanggilan dua sosok sentral yang diduga terlibat kasus penyuapan tersebut tidak lengkap.
Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi membenarkan hal itu. Dia menuturkan, sampai saat ini, Badan Yudisial PSSI memang belum menyelesaikan hasil investigasinya soal jual beli jabatan manajer tersebut. ’’Nanti komite yudisial yang komentar. Kami masih menunggu klarifikasi dari Pak Haris,’’ ujarnya.
Baca Juga: Bagi Pemain Timnas Ini, Tak Ada Alasan Takut Berlibur saat Pandemi
Nama Haris yang disebut Yunus di atas adalah Sekretaris Sriwijaya FC Achmad Haris. Dia jadi salah satu nama selain Djoko Purwoko yang diduga terlibat uang mahar 100.000 dolar Singapura untuk menjadikan Dodi Reza Alex Noerdin sebagai manajer timnas Indonesia U-19. Mahar itu disebut-sebut diberikan kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.
Yunus mengatakan, pada awal tahun ini, Badan Yudisial PSSI baru bisa meminta Haris datang ke Jakarta, ke kantor PSSI. ’’Rencana memang 5 Januari. Kenapa tanggal itu? Karena undangannya disesuaikan dengan waktu Pak Haris. Beliau kan di Palembang,’’ jelasnya.
Apa yang dikatakan Yunus dibenarkan anggota Exco Haruna Soemitro. Dia menerangkan, sampai saat ini memang belum ada update apa pun mengenai hasil investigasi perihal kasus jual beli posisi manajer timnas U-19.
Bahkan, sampai saat ini, tidak ada obrolan soal itu di exco. Rencana adanya rapat exco pada awal tahun pun sampai saat ini belum pernah didengarnya. ’’Saya malah belum tahu, tidak ada. Sumpah!'’’ ucapnya.
Namun, jika harus diminta berkomentar, pria yang juga direktur tim Madura United itu berharap kasus yang ada segera terselesaikan. Sebab, isu soal jual beli manajer timnas U-19 yang menyeret nama Iwan Bule –sapaan Mochamad Iriawan– sangat mencoreng wajah PSSI.
’’Ini masalah sensitif dan seksi. Harus diselesaikan dengan terbuka dan transparan. Tentu melalui penanganan yang kredibel dan kompeten,’’ paparnya.
Penyelesaian yang tidak cepat membuat kecewa beberapa Asprov PSSI. Salah satunya Asprov PSSI Jawa Timur. Sekretaris Asprov PSSI Jatim Amir Burhannudin mengatakan, seharusnya PSSI segera menyelesaikan kasus tersebut seperti yang diminta member.
Sebab, jika tidak, publik akan semakin tidak percaya kepada PSSI. Kredibilitas PSSI pastinya akan makin hancur.
’’Kami berharap PSSI menunjukkan keseriusannya di tengah pesimisme publik. Harus transparan dan akuntabel sehingga setidaknya harapan itu masih ada,’’ tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022