
Atletico Madrid
JawaPos.com – Arsenal punya harapan untuk mendongkrak produktivitas gol sekaligus mengatrol posisi di klasemen sementara Premier League. Harapan itu ada pada diri Diego Costa. Bomber 32 tahun tersebut baru saja ’’terusir’’ dari markas Atletico Madrid.
Costa bisa menjadi solusi lini depan The Gunners, julukan Arsenal. Sebab, selama ini, mereka hanya mengandalkan Pierre-Emerick Aubameyang.
Padahal, Aubameyang musim ini baru mengoleksi lima gol di semua ajang. Tiga di antaranya tercipta di Premier League.
Baca Juga: Cedera Lutut Parah, Philippe Coutinho Bisa Absen Lama
Namun, Arsenal bakal menghadapi kompetisi yang berat untuk mendatangkan Costa. Mereka harus bersaing dengan Tottenham Hotspur. AC Milan kabarnya juga berminat mendatangkan pemain timnas Spanyol berdarah Brasil tersebut.
Namun, semua itu masih sebatas spekulasi. Bahkan, klaim terbaru dari markas Arsenal menyebutkan, kans mendatangkan Costa dengan status bebas transfer sangat tipis.
’’Sebab, Arsenal lebih memilih mendatangkan gelandang kreatif di bursa transfer musim dingin ketimbang striker,’’ kata salah satu sumber di markas Arsenal seperti dikutip Daily Star.
Selain faktor kebutuhan tim, besarnya gaji Costa menjadi kendala. Sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, Costa menerima gaji GBP 275 ribu (Rp 5,2 miliar) per pekan. Gajinya memang dipangkas saat pandemi. Namun, nominalnya tetap besar. Yakni, GBP 165 ribu (sekitar Rp 3,1 miliar) per pekan.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Costa ke mana dia akan berlabuh dan kenapa dia tiba-tiba meninggalkan Atletico. Sebaliknya, mantan bomber Chelsea itu malah menulis salam perpisahan di akun Instagram-nya.
’’Di sini saya telah melewati momen yang sulit. Di sini saya pernah bangkit. Terima kasih kepada tim medis, fisioterapis, dan rekan satu tim. Saya bahagia dengan momen itu,’’ tulis Costa seperti dikutip Football Espana.
’’Sekarang saya akan selalu mengenang momen di Calderon (Vicente Calderon, markas lama Atletico) dan di Wanda (Metropolitano). Di sana mereka selalu meneriakkan namaku. Saya ingin mengatakan kepada kalian bahwa itu adalah momen yang unik,’’ papar pemain yang musim ini baru mengoleksi dua gol di La Liga tersebut.
Rumor yang beredar menyebutkan, alasan keluarga melatarbelakangi kepergian Costa. Dia ingin menetap di London seperti saat Costa membela Chelsea selama tiga tahun (2014−2017).
Yang unik, situasi tanpa klub saat pergantian tahun ini pernah dialami Costa di akhir membela Chelsea. Kala itu, Costa malah sudah ditepikan pelatih Chelsea Antonio Conte sejak awal musim 2017−2018.
Sampai akhirnya pemain kelahiran Lagarto (Brasil) tapi memegang paspor Spanyol itu meninggalkan London Cobham (markas latihan Chelsea) untuk balik kucing ke Atletico pada Januari 2018. Sebelum membela Chelsea, Costa empat tahun membela Atletico (2010−2014).
Berbicara di laman resmi klub tadi malam, Simeone menyebut bahwa kepergian Costa sangat disesalkannya. ’’Dia sudah memberikan banyak hal untuk kami dan akan menjadi kenangan indah saat kelak kami bertemu,” ucapnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
