Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juli 2019 | 18.35 WIB

Sarri Hanya Butuh 70 Meter Pertama Dari Pemain Juventus

Maurizio Sarri (juventus.com.it) - Image

Maurizio Sarri (juventus.com.it)

JawaPos.com-Tembok yang kokoh. Ya, itu yang diinginkan Antonio Conte ketika jadi allenatore Inter Milan. Termasuk mendatangkan Diego Godin dari Atletico Madrid. Tetapi, dua kali menjajal skuadnya dalam laga pramusim, dua kali gawang Inter kebobolan.

Satu gol di laga lawan klub Swiss Lugano, menang 2-1 (14/7) dan satu lagi saat takluk 0-1 atas Manchester United pada International Champions Cup (ICC) 2019, di National Stadium, Kallang.

Anak muda 17 tahun Mason Greenwood mengalahkan pasukan Conte dengan gol pada menit ke-76. Gol itu terjadi setelah hanya tiga menit Stefan de Vrij keluar untuk digantikan Andrea Ranocchia. ''Kami belajar banyak dari kekalahan ini,'' ucap De Vrij, kepada Sport Italia.

Bersama De Vrij, back three starter Inter sama seperti lawan Lugano yaitu De Vrij, Milan Skriniar, dan Danilo D'Ambrosio. Sedangkan Godin yang dibawa ke Singapura masih belum dijajal oleh Conte.

''Sistem yang benar-benar berbeda (Conte dan Luciano Spalletti) dan kami harus menjadikan ini gaya main kami. Gaya main yang bervariasi perlu kami hadapi,'' sambung bek 27 tahun itu.

Setidaknya, bagi Conte, kekalahan ini menjadi pelajaran penting. Uniknya, United juga klub besar terakhir yang dihadapi Conte. Itu terjadi pada final Piala FA di Wembley Stadium, London, 20 Mei 2018. Ketika itu dia masih menangani Chelsea dan menang 1-0.

Conte jadi pelatih anyar kedua dalam ICC yang menelan kekalahan pertama. Tomas Boy yang pertama mengalaminya. Boy adalah entrenador klub Meksiko, Guadalajara. Tim itu tumbang 1-2 dari Fiorentina pada laga pertama ICC, di SeatGeek Stadium, Bridgeview, Amerika Serikat (17/7).

Selain Conte dan Boy, juga ada Maurizio Sarri dan Marco Giampaolo pelatih yang bakal menguji peruntungan dengan klub anyarnya dalam turnamen pramusim ICC. Dan, malam nanti WIB Sarri akan langsung belajar dari laga big match lawan finalis Liga Champions musim lalu, Tottenham Hotspur (Siaran langsung TVRI pukul 18.30 WIB).

Suksesnya dengan The Blues, julukan Chelsea, yang dua kali unggul adu taktik melawan tactician Spurs Mauricio Pochettino selama 2019 bakal diuji.

Terlebih setelah dia berhasil merekrut kapten Ajax Amsterdam Matthijs de Ligt. Bek bernilai EUR 75 juta (Rp 1,17 triliun) itu juga dibawa ke Singapura.

''Dia akan menghadapi Spurs,'' sebut Sarri seperti dikutip Football Italia. ''Sejauh ini, dia memang belum berlatih dengan rekan setimnya. Tapi, dia tetap jadi bagian dari laga ini,'' imbuh pelatih 60 tahun itu.

Sarri akan lebih fokus dalam perubahan gaya bermain Juventus sepeninggal Massimiliano Allegri.

Dia belajar dari kegagalannya menerapkan Sarriball, gaya main ala Sarri, saat membesut Chelsea musim lalu. ''Kami perlu membangun identitas dalam permainan kami. Sebab, kami pun ingin jadi klub dengan identitas permainan yang kuat,'' tutur mantan allenatore Napoli tersebut.

Dia menitikberatkan pada kekuatan membangun serangan dari belakang. ''Tujuh puluh meter pertama itu yang saya inginkan dari mereka, 30 meter sisanya terserah,'' harapnya.

Sementara itu, pada ICC 2019, Milan bersama Giampaolo baru melakoni laga besarnya saat melawan Bayern Muenchen di Children's Mercy Park, Kansas City, 24 Juli nanti.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore