
Pemain depan Inter Milan asal Belgia Romelu Lukaku. Andreas Solaro/AFP/Antara
JawaPos.com – AC Milan dan rival abadinya, Inter Milan, bersaing mendapatkan trofi pembuka di 2023.
Dini hari nanti (19/1) di King Fahd Stadium, keduanya bertemu di Supercoppa Italiana (siaran langsung TVRI pukul 02.00 WIB).
Milan jelang laga ini tidak dalam kondisi baik. Mereka hanya sekali menang dalam empat laga setelah pergantian kalender. Catat juga dalam empat laga tersebut, gawang Milan tidak pernah nirbobol.
Kondisi berbeda 180 derajat, Inter justru sedang on fire. Mereka tidak pernah kalah dalam empat laga 2023 dengan memenangi tiga di antaranya.
Performa itulah yang membuat mereka hanya defisit satu poin dari Milan di klasemen Serie A (38-37 poin). Di Supercoppa Italiana kali ini, Inter berstatus juara bertahan setelah tahun lalu mengalahkan Juventus.
”Ini (juara Supercoppa Italiana, Red) sangat penting karena bisa memperbaiki mental kami. Terlepas dari semuanya, derbi tetap derbi,” papar allenatore Milan Stefano Pioli kepada Milan TV.
Selama dilatih Pioli sejak musim 2019–2020, Nerazzurri –julukan Inter– memiliki kryptonite yang bisa menyakiti Milan dan berpotensi kembali terjadi pada Derby della Madonnina edisi ke-234 dini hari nanti.
Yakni, kontribusi Laukaku –julukan kolaborasi striker Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku.
Ketika Inter memainkan Laukaku dalam empat derbi pada 2019–2020, mereka merasakan tiga kemenangan. Hebatnya, dalam empat pertemuan tersebut, Laukaku terlibat dalam enam dari total delapan gol yang diciptakan Inter.
Performa impresif tersebut bisa jadi motivasi ekstra bagi Lukaku. Sebab, sejak memutuskan come back ke Inter musim ini, dia hanya mencetak 2 gol dan 1 umpan gol dalam 7 laga di semua ajang.
Bandingkan pada 2019–2021 ketika dia menyumbang 64 gol dan 16 umpan gol dalam 95 laga.
Rentetan cedera jadi faktor utama performa mantan striker Manchester United itu melempem. Tetapi, seperti dilansir Sempre Inter, pemain Belgia itu dinyatakan fit untuk laga dini hari nanti.
Dia harus bersaing dengan striker veteran Edin Dzeko untuk jadi tandem Lautaro.
”Tahun lalu aku ingat mengalahkan Juve via babak tambahan. Laga yang sulit. Seperti besok (dini hari nanti, Red). Ini bisa jadi titik balik musim kami,” ujar allenatore Inter Simone Inzaghi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
