JawaPos.com – In the right place at the right time. Ya, pertemuan antara Manchester United versus Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Champions TV 2 pukul 03.00 WIB) adalah momentum yang tepat bagi Edinson Cavani.
Tepat karena striker United yang akrab disapa Edi itu tampil sebagai bintang kemenangan dalam laga terakhir The Red Devils (29/11). Dua gol Cavani, salah satunya pada pengujung laga (90+3’), membuat United yang tertinggal 0-2 di babak pertama balik menang 3-2 atas Southampton FC.
Kemenangan pada matchweek ke-10 Premier League di St Mary’s itu membuat United untuk kali pertama musim ini back-to-back masuk 10 besar (peringkat ke-9 dan peringkat ke-8).
Yang tak kalah penting, skuad besutan Ole Gunnar Solskjaer semakin konfiden untuk mengunci tiket lolos ke fase
knockout Liga Champions dini hari nanti. Syarat bagi Harry Maguire dkk untuk menjejakkan kaki di babak 16 besar sejatinya tidak sulit. Asalkan tidak kalah oleh PSG.
Dalam pertemuan pertama di Parc des Princes (21/10), United berhasil menang 2-1. Kala itu, Cavani baru bergabung dengan United sehingga Solskjaer tidak membawanya ke Paris. Kini Cavani berada dalam kondisi terbaik untuk membuktikan kepada klub yang dibelanya selama tujuh tahun (2013–2020) itu bahwa levelnya masih tinggi.
’’Saya yakin dia (Cavani) bisa menciptakan gol ke klub mana pun,’’ kata Solskjaer seperti dilansir
Manchester Evening News.
Meski sudah berusia 33 tahun, Edi di mata Solskjaer memiliki kualitas untuk mendongkrak para striker United lainnya yang masih muda-muda. Di antaranya, Marcus Rashford (23 tahun), Anthony Martial (24 tahun), dan Mason Greenwood (19 tahun).
’’Dia (Cavani) adalah salah seorang pemain cerdik dan paling bagus pergerakannya di dalam kotak penalti. Dia memiliki semua atribut sebagai pesepak bola berkelas,’’ puji Solskjaer.
Hanya, ada dua tantangan yang harus ditaklukkan Cavani kalau ingin sukses dalam reuni dengan PSG. Pertama, melepaskan status sebagai pemain pengganti. Meski, koleksi tiga golnya untuk United musim ini diciptakan dari bangku cadangan.
’’Cavani harus mendapatkan menit pertama seperti laga di Old Trafford sebelumnya (melawan Istanbul Basaksehir pada
matchday keempat, 25/11, Red),’’ kata Gary Neville, pandit sekaligus mantan kapten United, kepada
Sky Sports.
Laga melawan Basaksehir adalah
starter satu-satunya Cavani dari delapan kali membela United. Kans starter terbuka karena Anthony Martial belum fit setelah mengalami demam dan absen saat melawan Soton. Laporan terakhir menyebutkan, Martial hanya berlatih 11 menit.
Tantangan kedua yang dihadapi Cavani dini hari nanti adalah handicap saat melawan mantan klubnya di Eropa. Dalam fase grup Liga Champions 2018–2019, Cavani tidak bisa berkontribusi apa-apa saat PSG dua kali ditahan seri oleh mantan klubnya, SSC Napoli (2010–2013). Masing-masing 2-2 di Parc des Princes dan 1-1 di San Paolo. Cavani malah hanya turun 11 menit di kandang Napoli.
Sebagaimana dilansir L’Equipe, laga dini hari nanti dianggap gelandang serang United Juan Mata sebagai momentum Cavani menjawab kepercayaan Ander Herrera, mantan gelandang United yang saat ini membela PSG.
Sebab, Herrera-lah yang meyakinkan Cavani untuk memilih United sebagai klubnya musim ini. ’’Edinson (Cavani) membawa pengalamannya ke sini (United) dan akan memberikan banyak gol untuk tim,’’ ucap Mata. ’’Dia tentu tidak ingin mengecewakan Ander (Herrera),’’ seloroh pemain berkebangsaan Spanyol tersebut.
Selain Herrera, Cavani akrab dengan Marquinhos dan Presnel Kimpembe selama di PSG. Dua pemain yang bisa mempersulit Cavani untuk membobol gawang mantan klubnya.