
Huda telah membuka banyak mata akan arti kesetiaan.
JawaPos.com - Sudah hampir dua hari, Persela Lamongan ditinggal legendanya, Choirul Huda yang lebih dahulu menghadap kepada yang kuasa. Huda adalah contoh sosok paling setia di Indonesia.
Tak banyak pemain yang mau mengabdi seluruh kariernya hanya untuk satu klub. Pada zaman modern seperti sekarang ini, biasanya pemain hanya menjadikan sebuah klub sebagai batu loncatan untuk ke tim yang lebih baik dengan bayaran menggiurkan.
Akan tetapi, semuanya sanggup dilalui Huda. Sejak promosi ke tim senior pada usia 20 tahun, penjaga gawang yang terkenal sopan tersebut tak berpaling ke lain hati.
Anthony Sutton, seorang berkewanegaraan Inggris yang sudah 10 tahun terakhir jatuh cinta kepada sepak bola Indonesia pernah bercerita soal alasan Huda mau bertahan bersama Persela. Ada jawaban yang bikin menggetarkan hati dari sang kapten legendaris itu.
"Saya sudah nyaman di sini. Lamongan meski kota yang kecil, tapi kebanggaan buat saya. Lamongan adalah keluarga saya," ujar Huda dalam wawancaranya dengan Sutton yang diunggah akun Youtube bernama soppyjkt.
Pernyataan itu nyatanya ditepati oleh ayah dari dua anak tersebut. Kecintaan, kesetiaan, pengabdian, dan dedikasinya untuk Laskar Joko Tingkir akhirnya dipisahkan oleh kata bernama maut.
Huda memulai karier dengan seragam Persela, membawa promosi tim kesayangannya ke kasta tertinggi, mengabdi 18 tahun, dan meninggal dengan balutan jersey yang sama. Suami dari Lidya Anggraeni itu dipanggil oleh-Nya saat tengah membela Persela menang 2-0 atas Semen Padang di Stadion Surajaya, Minggu (15/10/17).
Harus bukti lagi untuk memperkuat fakta kalau hidup dan mati Huda demi Persela? Dia 481 kali menjaga gawang Persela sejak 1999. Dia juga pernah membawa Laskar Joko Tingkir promosi ke kasta tertinggi liga pada 2003.
Masih belum cukup? Huda membawa Persela lima kali juara Piala Gubernur Jawa Timur. Akan tetapi, sayangnya ada satu cita-cita Huda yang masih belum terwujud.
"Huda ingin Persela tak di situ-situ saja atau papan tengah. Sama dengan saya, dia ingin melihat dan bawa Persela ada di papan atas, itu cita-citanya," ungkap eks Pelatihnya, Herry Kiswanto kepada JawaPos.com.
Apapun itu, meninggalnya Huda bukan cuma bikin sedih warga Lamongan, tetapi seluruh masyarakat Indonesia. Begitu banyak inspirasi serta pelajaran yang datang dari sang kapten yang kini nomornya sudah dipensiunkan itu.
"Innalilahiwainalillahirojiun. Selamat jalan senior serta panutan saya dalam berkarier. Terima kasih untuk inspirasinya," tulis kiper Gresik United, Satria Tama dalam Instagram pribadinya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
