JADI SALAH SATU LEGENDA: Danilo Fernando jadi salah satu pemain Persebaya Surabaya yang mencetak gol pada Liga Champions Asia 2005. (PSS Sleman)
JawaPos.com — Musim 2004 menjadi momen emas bagi Persebaya Surabaya dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Gelaran Liga Indonesia X (LIGINA X) kala itu tak hanya mencatatkan nama Green Force sebagai juara, tetapi juga memperlihatkan aksi gemilang para pemain bintang, termasuk seorang maestro asal Brasil, Danilo Fernando. Salah satu penampilan yang paling dikenang adalah ketika Persebaya Surabaya menghajar Semen Padang dengan skor telak 5-0 pada 6 Maret 2004, dan Danilo Fernando menjadi sosok sentral di balik kemenangan spektakuler tersebut dengan mencetak hattrick.
Pertandingan pekan ke-19 LIGINA X yang berlangsung di Stadion Gelora 10 November Surabaya itu menyajikan duel sengit antara dua tim kuat. Namun, sejak peluit pertama dibunyikan, Persebaya Surabaya tampak tak terbendung. Dengan penuh percaya diri, mereka mendominasi jalannya pertandingan dan memperlihatkan superioritas yang tak terbantahkan. Semen Padang yang datang dengan ambisi besar harus pulang dengan kekalahan pahit setelah dihujani lima gol tanpa balas. Laga ini kemudian dikenang sebagai salah satu penampilan paling memukau dalam sejarah Persebaya Surabaya.
Danilo Fernando, yang pada saat itu mendapat julukan Ajay, tampil sebagai bintang utama. Dengan keterampilan olah bola dan insting mencetak gol yang luar biasa, pesepak bola asal Brasil tersebut berhasil mencetak tiga gol berturut-turut hanya dalam rentang waktu 12 menit, yaitu pada menit ke-18, 28, dan 30. Ketajaman Danilo Fernando di lini depan membuat pertahanan Semen Padang yang dikawal para pemain tangguh tak mampu berbuat banyak untuk menghentikan laju serangan Persebaya Surabaya.
Setelah tiga gol cepat dari Danilo Fernando, pertandingan masih didominasi oleh Persebaya Surabaya. Meski unggul telak, Green Force tidak mengendurkan serangan mereka. Pada babak kedua, Kurniawan Dwi Yulianto, salah satu striker legendaris Indonesia, turut menyumbangkan gol. “Si Kurus” mencetak gol keempat Persebaya Surabaya pada menit ke-61, menambah penderitaan Semen Padang dan membuat kedudukan menjadi 4-0.
Tidak hanya Kurniawan, Cristian Carrasco, penyerang asal Chile yang dijuluki "Spiderman," juga ikut ambil bagian dalam pesta gol Persebaya. Delapan menit sebelum pertandingan berakhir, Carrasco mencetak gol penutup yang memastikan kemenangan telak 5-0 bagi Persebaya. Gol tersebut semakin melengkapi dominasi Persebaya Surabaya di sepanjang pertandingan. Kombinasi antara kecepatan, ketajaman, dan kekuatan dari lini serang Persebaya Surabaya benar-benar membuat Semen Padang tidak berkutik.
Usai pertandingan, Danilo Fernando mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas performa apiknya di lapangan. Danilo Fernando mengungkapkan bahwa hattrick yang ia cetak didedikasikan untuk Bonek, rekan setimnya. “Gol-gol saya tadi (6 Maret 2004) saya peruntukkan bagi Bonek, teman-teman,” ujar Danilo Fernando penuh emosi saat itu dikutip dari koran Jawa Pos edisi 6 Maret 2016. Dedikasi Danilo Fernando ini semakin membuatnya dicintai oleh para suporter Persebaya Surabaya, yang selalu setia mendukung tim kesayangan mereka.
Laga tersebut menjadi salah satu momen terbaik dalam karir Danilo Fernando bersama Persebaya Surabaya. Bukan hanya karena hattrick yang ia cetak, tetapi juga karena pertandingan tersebut menjadi bukti kehebatan Green Force di Liga Indonesia. Persebaya Surabaya yang tampil perkasa sepanjang musim 2004 akhirnya berhasil menutup kompetisi dengan meraih gelar juara LIGINA X, menambah koleksi trofi dalam lemari kebanggaan klub yang bermarkas di Surabaya tersebut.
Bagi Bonek, kemenangan telak atas Semen Padang dengan skor 5-0 akan selalu menjadi memori yang manis. Pertandingan itu tak hanya memperlihatkan superioritas Persebaya Surabaya di lapangan, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara pemain dan suporter. Danilo Fernando, dengan hattricknya, telah menorehkan sejarah yang tak akan terlupakan, menjadi bagian dari cerita kejayaan Persebaya Surabaya di era 2000-an.
Baca Juga: Mengenang Kiprah Persebaya Surabaya di Liga Champions Asia dan Gol Danilo Fernando di Tambaksari
Kini, lebih dari dua dekade setelah laga tersebut, kenangan tentang hattrick Danilo Fernando masih tetap hidup di hati para pendukung Persebaya Surabaya. Momen itu selalu menjadi bagian dari narasi panjang sejarah klub, mengingatkan kita bahwa di setiap era, selalu ada bintang yang bersinar terang di langit Gelora 10 November. Dan bagi Danilo Fernando, hattrick melawan Semen Padang adalah salah satu pencapaian yang mengukuhkan namanya dalam daftar legenda Persebaya Surabaya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
