Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 April 2023 | 20.14 WIB

Pasca Sanksi Ringan FIFA, Pengamat Dukung Teruskan Transformasi Sepak Bola Indonesia

Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan kaos bertuliskan nama Jokowi kepada Presiden RI, usai pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/10). foto: Setpres - Image

Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan kaos bertuliskan nama Jokowi kepada Presiden RI, usai pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/10). foto: Setpres

JawaPos.com–FIFA menjatuhkan sanksi yang relatif ringan dan bersifat administrasi berupa pembatasan dana subsidi FIFA Forward seiring pencabutan mandat Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Para pengamat sepak bola menilai, pemerintah harus terus menjadi bagian dan berjalan beriringan dalam melakukan transformasi sepak bola nasional.

”Jangan biarkan PSSI sendirian. Transformasi sepak bola Indonesia adalah komitmen bersama yang harus dilaksanakan. Indonesia negara besar di dunia sepak bola internasional,” ujar pengamat sepak bola M. Kusnaeni di Jakarta, Kamis (6/4) malam.

”Kita belum bisa berprestasi, namun FIFA melihat potensi yang dimiliki Indonesia. Kita punya massa sepak bola fanatik yang berlimpah, mungkin yang terbaik di Asia,” ujar dia.

”Sepak bola Eropa adalah masa kini, sementara masa depan ada di Asia dan Afrika. FIFA mencermati hal ini, jangan kecewakan mereka,” ungkap dia.

Hal krusial yang penting dilakukan ke depannya memperjelas legal standing berkaitan dunia sepak bola Tanah Air dan cabang olahraga lain.

PSSI harus duduk satu meja dengan organisasi olahraga lain untuk membahas hal ini bareng pemerintah. Kita mau di posisi apa, bersaing secara regional atau puas dengan kondisi saat ini,” tutur M. Kusnaeni.

”Maksudnya, kalau kita mau menggelar hajatan besar olahraga internasional, posisi politiknya harus tegas. Jangan lagi kejadian seperti Piala Dunia U-20,” tambah dia.

”Kasihan PSSI, sudah capek-capek bidding dan akhirnya berhasil, namun akhirnya gagal jadi tuan rumah karena penolakan berbagai elemen terhadap Israel. Mereka harus dibentengi menghadapi kasus-kasus ini ke depannya,” ujar Kusnaini.

 Transformasi sepak bola Indonesia harus dijalankan dengan serius, mengingat FIFA akan melakukan pengawasan. Perbaikan harus dilakukan di berbagai lini.

Tidak hanya mencakup infrastruktur atau tata kelola kompetisi domestik tapi juga pembinaan usia dini yang selama ini tak terurus dengan baik.

”PSSI harus bekerja keras dan mendapat dukungan penuh,” kata pengamat sepak bola lainnya Kesit Budi Handoyo.

Dia secara tegas menyebut kegagalan Indonesia murni kesalahan pemerintah. Ketidakmampuan pemerintah mengendalikan masalah berefek buruk ke PSSI.

”Beruntung kita masih selamat. Harus ada perubahan besar-besaran ke depannya,” ucap Kesit Budi Handoyo. 

Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali menyatakan, pemerintah harus bisa meredam gejolak, memisahkan politik dan sepak bola.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore