Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Oktober 2023 | 23.19 WIB

Kata Erick Thohir Setelah Satu Tahun Tragedi Kanjuruhan, Duka Keluarga Korban Tak Akan Hilang

Tragedi Kanjuruhan by Antara Foto Ari Bowo Sucipto - Image

Tragedi Kanjuruhan by Antara Foto Ari Bowo Sucipto

JawaPos.com - Satu tahun setelah Tragedi Kanjuruhan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan duka keluarga korban tidak akan pernah hilang.

Menurutnya meski ketua PSSI dan pemerintah sudah melakukan sejumlah upaya, hal itu tetap tidak akan pernah bisa menghilangkan duka pada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

Pernyataan itu disampaikan Erick Thohir usai menghadiri kegiatan 'Rek Ayo Rek Dolen Karo Pak ET' di Surabaya, Sabtu (30/9).

"Kami sudah melakukan sejumlah upaya namun apapun yang kami lakukan untuk keluarga yang ditinggalkan, tidak pernah menghilangkan kedukaannya, tinggal bagaimana semuanya saling menjaga dan mendorong transformasi yang lebih baik," ungkapnya, dikutip JawaPos.com dari Antara, Minggu (1/10).

Adapun upaya yang dimaksud Erick Thohir itu berkaitan dengan bantuan-bantuan sosial terhadap keluarga korban.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah sudah menyalurkan bantuan.

Bahkan menurutnya hal itu sudah dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.

"Saya rasa pemerintah daerah pada saat peristiwa Kanjuruhan itu juga turut membantu, Pemprov Jatim Bu Khofifah, Pemkab Malang, pemerintah pusat, sudah mendorong bantuan," terangnya.

"Saya pun sebelum jadi ketua PSSI sudah mendorong bantuan," sambungnya.

Lebih lanjut, Erick Thohir mengaku sangat memahami betul bahwa tuntutan keluarga korban adalah proses hukum terhadap orang-orang yang bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan tersebut.

Namun menurutnya keputusan proses hukum terhadap orang-orang tersebut bukan ranah PSSI.

Pihaknya hanya bisa menghukum orang-orang tersebut dengan cara tidak boleh beraktifitas di sepakbola seumur hidup.

"Kemarin sudah ada putusan dari MA, harus kami pastikan itu terjadi, karena yang bisa memutuskan bukan PSSI. Oleh karena itu kami bekerja sama dengan aparat penegak hukum, kami hanya bisa menghukum dengan larangan mengikuti aktifitas sepakbola selamanya," ucapnya.

Seperti diketahui, Tragedi Kanjuruhan terjadi pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya 1 Oktober 2022 lalu.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore