
Karim Benzema
JawaPos.com - Wajahnya langsung muram begitu asisten wasit ke-4 Aitor Gorostegui mengangkat papan pergantian pemain.
Lagi-lagi angka sembilan berwarna merah di papan itu, tanda Karim Benzema harus keluar dari arena pertandingan. Rafael Benitez menarik Benzema keluar dan menggantikannya dengan Mateo Kovacic pada menit ke-77.
"Saya tidak tahu mengapa dia menarik saya keluar, tanyakan saja langsung kepadanya (Benitez, Red). Mungkin saya harus bekerja lebih keras lagi supaya dia tidak mengganti saya lagi," ujar Benzema sebagaimana yang dilansir dari Sport.
Padahal, dalam laga itu, Benzema menjadi pembeda pada menit kesembilan lewat heading-nya.
Ini kali kedua mimic kekesalan penyerang berkebangsaan Prancis itu terekam kamera. Di laga tandang Liga Champions melawan Malmoe lalu (1/10), Benzema yang juga kembali digantikan terlihat kecewa berat. Dia sampai melemparkan jaket dan membuang botol air mineral saat duduk di bench.
Begitu kentalnya imej sebagai pemain yang sering diganti, Marca sampai memelesetkan namanya. Bukan lagi Karim Benzema, melakukan Karim Benchema. Dalam dua ajang di musim ini, La Liga dan Liga Champions, Benzema hanya bermain full time 90 menit dalam dua laga.
Enam laga sisanya, Benzema harus rela ditarik keluar sebelum laga usai. Bandingkan dari statistic performa Benzema musim lalu. Baik di La Liga dan Liga Champions. Dalam dua ajang itu, pemain yang dijuluki Monsieur itu hanya 24,3 persen dimainkan Carlo Ancelotti dalam 90 menit. Dari 37 laga, hanya sembilan kali dia bermain penuh.
Secara terpisah, Benitez tidak mau disebut keputusannya untuk menarik Benzema dalam laga kemarin dikarenakan factor non teknis. Benitez tetap memuji permainan Benzema yang mencatat satu shots on goal dalam satu shots-nya itu. Hanya, menurutnya keputusan ini lebih karena kebutuhan tim.
Alasannya, hingga babak kedua serangan Real macet. Benitez mencoba menaikkan posisi Cristiano Ronaldo lebih ke depan. Dengan Ronaldo ke depan, maka sisi kiri Real pun jadi lowong.
"Kami harus menariknya (Benzema, Red) karena kami butuh sayap yang lebih segar," cetusnya.
Sayap itu adalah Mateo Kovacic. Sekalipun posisi aslinya di gelandang tengah, kelebihan sebagai pemain versatile membuatnya bisa dimainkan sebagai sayap kiri ataupun kanan.
"Kami hanya ingin menyeimbangkan permainan tim ini, dan memperbaiki kekuatan dari serangan," tegasnya. (ren/ndi/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
