Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 September 2015 | 19.10 WIB

Preview Pertandingan AS Roma vs Barcelona: Sihir Kutu Siap Gigit Serigala

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Laga AS Roma versus Barcelona di Stadion Olimpico dinihari nanti akan menjadi laga ke-100 bagi Lionel Messi di pentas Liga Champions. 



Tentunya seperti sudah menjadi tradisi pemain berjuluk La Pulga ini, perayaan akan dilakukan dengan mencetak gol dan mengalahkan lawan yang dia hadapi. Serigaka Roma tentu harus mengantisipasi hal ini jika ingin memetik tiga poin di kandang sendiri.



Bagimanapun Messi punya posisi tersendiri dalam sejarah Liga Champions. Dia adalah pemain yang sukses meraih empat trofi Liga Champions bersama satu tim. Dia juga pemain pertama yang melewati rekor Raul Gonzalez, top skorer sepanjang masa di Liga Champions. Lewat 77 gol yang sudah dikoleksinya, Messi kini menggeser posisi Raul tersebut. 



Messi tentu ingin memoles catatannya itu saat melakoni laga ke-100. Apalagi, dia dalam kondisi yang prima usai menjadi penentu kemenangan saat Barcelona menjinakkan Atletico Madrid di ajang La Liga pekan lalu. Tentunya segenap pemain Barca, terutama mitra Messi di lini depan yakni Luis Suarez dan Neymar akan membantu Messi merayakan momen bersejarah itu dengan kenangan yang indah. 



Pada matchday pertama fase grup Liga Champions, sang penghancur harapan Italia datang menyambangi Ibu Kota. Mereka menantang tuan rumah AS Roma di Olimpico, dini hari nanti WIB (siaran langsung RCTI pukul 01.45 WIB).



Semua bursa taruhan di Eropa menjagokan Barca kembali merusak harapan Italia. Namun, selama peluit tanda pertandingan belum berakhir, maka harapan tetap ada. Dan, saat ini di tangan Roma harkat Italia ingin ditinggikan melalui kemenangan atau setidaknya seri.



Seperti goresan sastrawan Brasil Paulo Coelho dalam novelnya, The Alchemist, "Kemungkinan untuk bisa mencapai impian lah yang membuat hidup itu menarik". Pastinya, pelatih Roma Rudi Garcia setuju dengan kata-kata Coelho. 



"Semua orang yakin mereka (Barca) akan mendapatkan 18 poin. Secara tersirat merebut enam poin ketika menghadapi kami," kata Garcia kepada Reuters. 



"Tapi, terkadang ada keajaiban dalam sepakbola," lanjut tactician asal Prancis itu.



Tentu saja, keajaiban itu bukan untuk ditunggu, melainkan dijemput. Performa I Lupi, julukan Roma, pada awal musim ini terbilang oke. Mereka belum tersentuh kekalahan. Dari tiga laga, Daniele De Rossi dkk menang dua kali dan seri sekali. Meski begitu, bukan berarti mereka tidak memiliki hambatan. Hingga tiga laga berlangsung di Serie A, problem di sisi sayap Roma belum kunjung terselesaikan. Gervinho, Mohamed Salah, dan Iago Falque belum hebat. Masih jarang tembakan dilakukan ke gawang lawan dari sisi sayap.



Untungnya, para pemain yang mengisi pos tengah lapangan cukup baik menutup kegagapan Roma di sayap. Mereka yang beroperasi di tengah seperti Miralem Pjanic, Fransesco Totti, Radja Nainggolan, atau Edin Dzeko rajin melepas tembakan.



"Mereka harus sedikit fokus. Tetapi, untuk Salah saya pikir kami harus memberinya banyak waktu," ujar Garcia kepada Football Italia. 



Sementara laga kontra Roma juga menjadi momen istimewa untuk Luis Enrique yang pernah menukangi Roma musim 2011/2012. Dia dipecat setelah gagal membawa Roma finish di zona Eropa. Dinihari nanti, Enrique akan kembali ke Olimpico sebagai pelatih Barca dengan misi mengalahkan bekas klubnya itu. 



”Apa yang saya lalui di Roma membuat saya menjadi pelatih yang lebih baik. Saya memiliki kenangan indah di sana,” kata Enrique seperti dilansir Four Four Two. (wam/ham/ndi/JPG)

Editor: Andi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore