Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 April 2017 | 22.00 WIB

Menghitung Peluang Juara Barcelona dan Real Madrid

Barcelona dan Real Madrid menjalani sprint terakhir jelang garis finis La Liga musim 2016-2017. - Image

Barcelona dan Real Madrid menjalani sprint terakhir jelang garis finis La Liga musim 2016-2017.

JawaPos.com - Persaingan menuju takhta juara Divisi Primera La Liga semakin sengit. Dua penguasa klasemen, Barcelona dan Real Madrid, akan menghadapi laga-laga krusial jelang akhir musim 2016-2017. Terkait peluang mana paling besar, sejatinya sudah tergambar dari jadwal sisa kedua tim.


IRAWAN DWI ISMUNANTO


Hari-hari terakhir jelang pengujung musim Divisi Primera La Liga 2016-2017, Barcelona berada dalam posisi menguntungkan dengan status pemuncak klasemen. Posisi itu diraih berkat kemenangan 3-2 pada duel El Clasico di markas Real Madrid, Estadio Santiago Bernabeu, Senin (24/4). Tim asuha Luis Enrique mempertahankan posisi itu berkat kemenangan 7-1 atas Osasuna di Estadio Camp Nou, (27/4).


Sementara Real Madrid, setelah sempat tertinggal selama beberapa jam, kembali menyamai poin berkat kemenangan 6-2 di kandang Deportivo La Coruna. Kini, poin kedua tim kembali sama, yakni 78. Barcelona berhak ada di puncak karena unggul head to head sesuai regulasi. Tak cuma itu, dalam hal selisih gol, Barcelona pun di atas El Real.


Dalam dua perjumpaan El Clasico musim ini, hasilnya adalah imbang 1-1 di Camp Nou (3/12) dan Barcelona menang 3-2 di Santiago Bernabeu (24/4). Dalam hal produktivitas, Barcelona sudah mencatat 101 memasukkan dan 33 kemasukan (+68). Sementara itu, Real Madrid memiliki 90 gol memasukkan dan 38 kemasukan (+52).


Namun, Real Madrid masih menyimpan senjata rahasia, yaitu jumlah pertandingan yang lebih sedikit dari sang rival. Tim asuhan Zinedine Zidane baru melakoni 33 pertandingan sedangkan Barcelona sudah 34. Jika kedua tim sama-sama menyapu bersih kemenangan pada sisa musim, Real Madrid akan mengakhiri dengan keunggulan tiga poin di atas El Barca.


Barcelona Bebas Hambatan


Lalu, bagaimana peluang kedua tim berdasarkan rintangan sisa? Berdasarkan jadwal yang harus dihadapi, Barcelona boleh tersenyum. Laga sulit mungkin dilalui saat bertandang ke markas rival sekota, Espanyol, pada 30 April. Tak dimungkiri, duel derby selalu menyulitkan Barcelona. Terlebih laga akan digelar di markas Espanyol.


Rintangan lain Barcelona adalah saat menjamu Villarreal. Tim berjuluk Kapal Selam Kuning itu pernah menahan imbang Barcelona dengan skor 1-1 dalam pertemuan pertama di El Madrigal, Januari lalu. Apalagi, motivasi Villarreal tengah meninggi usai mengalahkan Atletico Madrid di Vicente Calderon tengah pekan ini. Mereka juga tengah bersaing dengan Sevilla untuk bisa lolos ke Liga Champions.


Selanjutnya saat menghadapi Las Palmas dan Eibar pada 14 dan 21 Mei, Barcelona diprediksi akan mudah mengamankan tiga poin. Las Palmas dan Eibar sudah tak punya beban lagi karena posisi keduanya aman dari ancaman degradasi. Barcelona juga tercatat mampu menang telak pada perjumpaan pertama dengan kedua tim, yakni 5-0 saat menjamu Las Palmas (14/1) dan 4-0 di kandang Eibar (23/1).


Barcelona juga diuntungkan dengan jadwal longgar. Pasalnya, mereka sudah tak tampil lagi di Liga Champions dan hanya tersisa laga final Copa Del Rey melawan Depotivo Alaves. Itupun baru akan dilangsungkan pada 28 Mei, atau sepekan setelah jornada terakhir La Liga. Jadi, Lionel Messi cs bisa fokus mengarungi sisa musim La Liga sebelum mengalihkan fokus ke final Copa Del Rey.


Jalan Terjal Real Madrid


Sementara Real Madrid, perjalanan menuju akhir musim jauh lebih terjal. Lima laga yang harus mereka jalani terbilang cukup menyulitkan. Ditambah, Los Blancos masih membagi fokus dengan menghadapi Atletico Madrid pada dua laga semifinal Liga Champions, yakni pada 3 dan 11 Mei. Tak ayal, Zidane harus memutar otak untuk menjaga fokus dan kebugaran anak asuhnya dalam menghadapi jadwal padat.


Ujian perdana Real Madrid datang pada Sabtu (29/4). Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan akan menjamu Valencia, tim yang memberikan kekalahan saat berlaga di Mestalla pada 23 Februari lalu. Empat hari setelahnya, Real Madrid harus menjamu Atletico di Santiago Bernabeu pada leg pertama semifinal Liga Champions. 


Empat hari selepas baku hantam dengan Los Colchoneros, duel di kandang Granada pada 7 Mei kemungkinan bisa menjadi garansi mereka mendulang tiga angka. Namun, tentu dengan syarat Zidane harus jeli dalam merotasi tim agar tak tergelincir akibat faktor kelelahan. Apalagi, pada 11 Mei mereka sudah harus menyambangi Vicente Calderon untuk menjalani leg kedua.

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore