Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Agustus 2026 | 19.02 WIB

STKIP Pasundan Juara Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung, Bangun Ekosistem Sepak Bola K

STKIP Pasundan menjadi juara Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung. (PSSI) - Image

STKIP Pasundan menjadi juara Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung. (PSSI)

 


JawaPos.com - Perjalanan Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung resmi berakhir. STKIP Pasundan keluar sebagai juara setelah melewati persaingan yang melibatkan tujuh tim selama lebih dari tiga bulan.

Kompetisi yang berlangsung sejak 25 April hingga 8 Agustus 2026 itu menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola mahasiswa yang berkelanjutan.

Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Founder Grha Gemah Nusa Foundation, Ratu Tisha Destria, menyebut keberlanjutan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan liga tersebut.

Liga Universitas Coca-Cola ini menjadi satu hal yang berkelanjutan,” ujar Ratu Tisha saat menghadiri laga pemungkas Regional Bandung antara STKIP Pasundan melawan Institut Teknologi Bandung (ITB) di Lapangan ITB Saraga, Bandung, Sabtu (8/8) petang WIB.

Menurut Ratu Tisha, program tersebut disiapkan dalam beberapa musim. “Tidak cuma ada di musim ini saja, tapi kami punya musim berikutnya, alias tiga tahun untuk pembangunan kami,” katanya.

Format kompetisi juga dirancang untuk memberikan ruang pengembangan bagi berbagai pihak yang terlibat. Mulai pemain, pelatih, pengelola tim, manajemen Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga volunteer mendapat pengalaman dari proses penyelenggaraan liga. “Yang paling utama adalah ini membentuk satu komunitas bagi mahasiswa,” tutur Tisha.

Komunitas tersebut, lanjut dia, mencakup orang-orang yang berada di dalam maupun di balik pertandingan. Para volunteer misalnya, mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai pengelolaan kompetisi olahraga.

Dari sisi teknis, jeda pertandingan yang tersedia juga memberikan keuntungan bagi tim dan pelatih. Pemain memiliki waktu pemulihan yang cukup, sedangkan tim kepelatihan bisa melakukan evaluasi sebelum pertandingan berikutnya. “Ini juga memberikan ruang bagi pelatih secara teknikal untuk melakukan evaluasi yang cukup sustain,” kata dia. 

Dengan jeda tersebut, proses evaluasi bisa dilakukan secara lebih terstruktur. Pelatih dapat memberikan umpan balik, menyusun program latihan, kemudian mempersiapkan pemain untuk kembali bertanding. “Ada recovery time yang baik, ada evaluasi yang baik, ada feedback, latihan, kemudian bertanding lagi,” tuturnya.

Menurut Ratu Tisha, pola seperti itu dapat membantu membentuk komunitas sepak bola kampus secara lebih luas. Setiap elemen yang terlibat memiliki ruang untuk berkembang bersama melalui kompetisi yang berlangsung secara konsisten.

Liga Universitas Coca-Cola 2026 saat ini masih berada pada tahap awal pembangunan grassroots. Kompetisi tahun ini digelar di dua wilayah, yakni Regional Bandung dan Regional Jakarta. “Grassroots-nya dulu yang terbangun,” ujar Ratu Tisha.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore