
Ketua The Jakmania mengkritik OC Piala Presiden 2026 karena dinilai tidak menyiapkan rencana darurat dan belum jelas soal kebijakan penonton. (Dok. Jakmania)
JawaPos.com - Keputusan lokasi semifinal yang diumumkan hanya dua hari sebelum pertandingan dan kebijakan tanpa penonton memicu kritik dari Ketua Umum The Jakmania. Panitia dinilai tidak memiliki skenario antisipasi untuk laga berisiko tinggi.
Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya melontarkan kritik terhadap penyelenggaraan Piala Presiden 2026. Menurutnya, Organizing Committee (OC) tidak menyiapkan contingency plan atau rencana darurat untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya laga berisiko tinggi pada babak semifinal.
Kritik itu muncul setelah OC Piala Presiden 2026 menetapkan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, sebagai lokasi semifinal dan final. Keputusan tersebut diumumkan pada Minggu (2/8), hanya dua hari sebelum pertandingan semifinal berlangsung.
Keputusan tersebut menjadi sorotan karena baru diambil setelah dipastikan tersaji dua duel dengan rivalitas tinggi, yakni Persebaya Surabaya melawan Arema FC serta Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung.
Situasi semakin menjadi perhatian karena pertandingan semifinal dipastikan digelar tanpa kehadiran penonton. Padahal, sepanjang fase grup, pertandingan tetap berlangsung dengan kehadiran suporter dari tim tuan rumah maupun tim tamu.
Sebagai perwakilan suporter Persija, Aditya menilai panitia seharusnya telah mengantisipasi kemungkinan munculnya laga-laga besar sejak awal penyusunan regulasi dan jadwal pertandingan.
"Kami menyayangkan sepertinya Panitia Pelaksana Piala Presiden tidak menyiapkan contingency plan terkait dengan pelaksanaan semifinal dan final, jadi semua pihak dirugikan khususnya tim dan suporter," kata Aditya, dikutip Senin (3/8/2026).
Menurut Adit, sapaan akrabnya, kebijakan penyelenggara juga masih membingungkan. Hingga saat ini belum ada kepastian apakah larangan penonton hanya berlaku pada semifinal atau juga akan diterapkan pada partai final.
"Sampai saat ini penyelenggara juga tidak jelas dalam menerapkan kebijakan apakah suporter tidak bisa hadir hanya di semifinal di tanggal 4 Agustus saja atau juga pada final nanti. Saya harap semua kebijakan harus jelas dan diumumkan dari sekarang," terangnya.
Baca Juga:Jelang Persib vs Persija di Piala Presiden 2026, Dedi Kusnandar Bicara Target dan Ambisi Juara
Di tengah situasi tersebut, Adit meminta seluruh pendukung Persija tetap menjaga keamanan dan tidak terpancing situasi. Dia berharap fokus suporter tetap tertuju pada dukungan terhadap tim.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022